Pasokan Minyak Timur Tengah Terganggu, Bahlil: Indonesia Sudah Kantongi Sumber Baru

Sukabumiupdate.com
Selasa 31 Mar 2026, 22:30 WIB
Pasokan Minyak Timur Tengah Terganggu, Bahlil: Indonesia Sudah Kantongi Sumber Baru

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Sumber: IG melangkahdaritimur.id)

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mengamankan pasokan minyak mentah alternatif dari sejumlah negara. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara rinci asal negara pemasok tersebut.

Menurut Bahlil, upaya mencari sumber minyak mentah baru mulai dilakukan sejak terganggunya pasokan global akibat penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

"Nah ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East," ujar Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (31/3/2026).

"Dan alhamdulillah sudah dapat. Jadi insyaallah nggak perlu ada keraguan lagi untuk pengganti dari Middle East sudah kita dapat," sambungnya.

Baca Juga: Wajib Terapkan SPPL, Seluruh SPPG di Sukabumi Tak Boleh Cemari Lingkungan!

Ia menjelaskan, selama ini Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Namun, untuk produk bahan bakar minyak (BBM) jadi, Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari wilayah tersebut.

"Yang kena di Middle East itu adalah crude-nya sementara minyak jadinya tidak dari Middle East. Yang kedua adalah LPG. Berapa persen dari total kebutuhan kita yang dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20 persen," ucapnya.

Meski terjadi gangguan pasokan global, Bahlil memastikan ketersediaan minyak mentah di dalam negeri masih dalam kondisi aman dan berada di atas batas minimal cadangan.

Baca Juga: Efek Konflik Global! Antrean BBM Mengular di Sukabumi, Ojol Menjerit

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pasokan BBM jenis solar diproyeksikan tetap melimpah. Hal ini didukung oleh keberadaan kilang minyak besar di Balikpapan yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Di Januari itu kita meresmikan RDMP kita. RDMP yang di Balikpapan itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih sekitar 4,5 juta kiloliter Solar," tegasnya.

"Jadi artinya apa? Yang kita ke depan impor yang paling banyak itu crude. Sementara yang untuk BBM yang Ron 90, 95, 98, dan 93 sebagian kita produksi di dalam negeri, sebagian kita impor dari negara Asia Tenggara," pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini