SUKABUMIUPDATE.COM - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyebutkan bahwa Indonesia saat ini sedang kehilangan arah atau mengalami disorientasi dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
"Selain itu, juga kehilangan kepercayaan, hubungan sosial melemah, serta apa yang sudah menjadi perjanjian luhur luntur atau tidak sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa," katanya di Semarang, Rabu (16/11).
Hal tersebut disampaikan Arief dalam Seminar Nasional dengan tema "Revitalisasi Ideologi Dalam Arah Global Perspektif Negara Hukum" di Hotel Grasia Semarang.
Ia mencontohkan disorientasi yang dialami Indonesia, antara lain kekacauan pelaksanaan pilkada yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
"Dua tahun pertama untuk mencari modal sebanyak-banyaknya, satu tahun berikutnya mencari bunga, dan dua tahun terakhir menjadi petahana, atau sudah dua periode tidak bisa (maju), kemudian istrinya dicalonkan.(Kalau) istrinya bodoh lalu mencari istri lagi untuk dicalonkan. Itu penyakit disorientasi bangsa ini," ujarnya sambil berseloroh.
Lebih lanjut, Arief memaparkan ada perkembangan ideologi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada tingkat global, kata dia, arahnya cenderung menjadikan dunia satu paham, satu ideologi, dan prinsip-prinsip universal yang diperparah dengan nilai-nilai yang diadopsi berasal dari negara adikuasa atau negara yang dominan berpengaruh di dunia.
"Hal itu mengakibatkan prinsip pegangan hidup yang diterapkan bersifat individualistik, liberalistik, dan kapitalistik," katanya.
Kendati demikian, Arief menilai Pancasila mampu dijadikan pegangan arahan dan dasar untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu.
"Pancasila merupakan acuan dasar yang telah disepakati bersama dan merupakan perjanjian luhur para pendiri bangsa yang luar biasa," ujarnya.
Ketua MK: Bangsa Indonesia Alami Disorientasi

Editor :
Tags :
Berita Terkini
Pemkab Sukabumi Mulai Susun RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027
Sukabumi 21 Jan 2026, 17:48 WIB
H. Umuh Muchtar: Federico Barba Bertahan di Persib Bandung!
Olahraga 21 Jan 2026, 17:40 WIB
KRL Nuju Sukabumi
Opini 21 Jan 2026, 17:34 WIB
Potensi Banjir di Kota dan Kabupaten Sukabumi Dasarian III Januari 2026
Science 21 Jan 2026, 17:34 WIB
Laka Tunggal di Tikungan Pantai Citepus Palabuhanratu, Pelajar Tabrak Roster Bangunan
Sukabumi 21 Jan 2026, 17:26 WIB
KDM Targetkan Desa Rawan Gigitan Ular di Jabar Miliki Vaksin dan Serum Antibisa
Jawa Barat 21 Jan 2026, 17:19 WIB
Lirik Lagu Killer Joy CNBLUE, Tentang Ambisi di Kehidupan yang Membosankan
Musik 21 Jan 2026, 17:00 WIB
TJM Cabang Cikembar Antisipasi Gangguan Distribusi Air Dampak Pemeliharaan Listrik
Inspirasi 21 Jan 2026, 16:45 WIB
Belum Banyak yang Tahu, Sejarah Cikole Adalah Sungai yang Membelah Kota Sukabumi
Life 21 Jan 2026, 16:22 WIB
Memilih Kutamara di Laut Selatan Sukabumi, Harta Kreativitas dan Pengetahuan Nusantara
Life 21 Jan 2026, 16:06 WIB
Lirik Lagu Tak Setara dari Virgoun, Saat Cinta dan Usaha Tak Lagi Sejalan
Musik 21 Jan 2026, 16:00 WIB
Menelusuri Jejak Sejarah Distanhorti Jabar: Dari Masa Kolonial hingga Era Pertanian Modern
Jawa Barat 21 Jan 2026, 15:20 WIB
Julia Prastini Akhirnya Muncul, Minta Maaf Usai Ramai Dihujani Kritik Netizen
Seleb 21 Jan 2026, 15:00 WIB
Respons Instruksi Bupati, Dinas PU Sukabumi Tinjau Dampak Banjir Sungai Ciparanje Tegalbuleud
Sukabumi 21 Jan 2026, 14:11 WIB
Manohara Kembali Ceritakan Soal Ibunya, Akui Dari Kecil Sering Dibawa ke Dukun
Seleb 21 Jan 2026, 14:00 WIB
Komisi IV DPRD Sukabumi Tegaskan SPPG Wajib Pakai Produk UMKM untuk MBG
DPRD Kab. Sukabumi 21 Jan 2026, 13:59 WIB
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Rawit Merah di Kota Sukabumi Naik Rp5 Ribu
Produk 21 Jan 2026, 13:46 WIB
Sering Picu Kecelakaan, Jalan Nasional di Depan Alun-alun Gadobangkong Ditambal Warga
Sukabumi 21 Jan 2026, 13:33 WIB
Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu, Kisah Haru Keluarga dan Harapan Lewat Teknologi
Film 21 Jan 2026, 13:00 WIB
Disdukcapil Sukabumi Jemput Bola Perekaman e-KTP Lansia di Ciracap
Sukabumi 21 Jan 2026, 12:19 WIB