SUKABUMIUPDATE.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Cikembar menjelaskan potensi gangguan distribusi air bersih yang dapat terjadi seiring adanya kegiatan pemeliharaan listrik oleh PT PLN di wilayah sumber air.
Kepala Cabang Perumdam TJM Cikembar, Herni Supriyani, menuturkan bahwa gangguan distribusi air tidak selalu disebabkan oleh kebocoran jaringan. Salah satu faktor yang kerap mempengaruhi layanan air adalah pemeliharaan listrik oleh PLN, karena operasional pengolahan air bergantung pada pasokan listrik.
“Air kami itu dari sumber atau intake, kemudian masuk ke WTP Ubrug untuk diolah. Jadi gangguan itu bukan semata-mata karena kebocoran. Terkadang ada juga pemeliharaan dari PLN, otomatis air ikut mati,” ujar Herni kepada sukabumiupdate.com, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Sejarah Cikole Adalah Sungai yang Membelah Kota Sukabumi
Terkait rencana pemeliharaan listrik PLN yang dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 22 Januari, Herni menyebutkan bahwa meski diinformasikan pemadaman dilakukan secara total, pihak Perumdam tetap berupaya agar distribusi air tidak terhenti sepenuhnya.
“Kami koordinasi dengan bagian produksi dan juga pihak PLN wilayah Warungkiara yang di Ubrug. Mudah-mudahan tidak sampai mati total, minimal masih ada aliran meski tekanannya berkurang,” jelasnya.
Ia menuturkan, kondisi serupa sebelumnya juga pernah terjadi saat ada pemeliharaan listrik, namun pihak Perumdam selalu berupaya agar suplai air ke pelanggan tetap tersedia meskipun tidak optimal.
Baca Juga: Memilih Kutamara di Laut Selatan Sukabumi, Harta Kreativitas dan Pengetahuan Nusantara
Herni menjelaskan, apabila instalasi pengolahan air (WTP) tidak dapat beroperasi akibat listrik padam, maka distribusi air ke seluruh wilayah pelanggan akan terdampak. Hal ini karena alur distribusi air dimulai dari sumber di Ubrug, kemudian diolah di WTP, lalu dialirkan ke Cipicung, BPS, hingga akhirnya ke pelanggan.
“Kalau WTP tidak bisa mengolah air, otomatis air tidak bisa dialirkan ke reservoar dan ke konsumen. Dampaknya bisa ke semua wilayah,” katanya.
Meski demikian, ia berharap pekerjaan pemeliharaan listrik dapat selesai lebih cepat dari jadwal yang ditentukan sehingga gangguan distribusi air dapat diminimalkan.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Sukabumi Tegaskan SPPG Wajib Pakai Produk UMKM untuk MBG
“Kami berharap dan mengupayakan supaya pekerjaan bisa lebih cepat selesai,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Perumdam TJM Cabang Cikembar telah menyampaikan pengumuman kepada pelanggan agar menampung air secukupnya selama masa gangguan berlangsung.
“Kami imbau konsumen untuk menampung air dari sekarang sebagai stok, jika sewaktu-waktu aliran air terganggu,” ucap Herni.
Baca Juga: Sering Picu Kecelakaan, Jalan Nasional di Depan Alun-alun Gadobangkong Ditambal Warga
Terkait proses normalisasi setelah listrik kembali menyala, Herni mengatakan bahwa distribusi air umumnya dapat pulih dalam waktu yang tidak terlalu lama, terutama untuk wilayah Cikembar. Hal tersebut didukung oleh jarak jaringan pipa yang relatif dekat serta ukuran pipa distribusi yang besar.
“Kami upayakan tekanan air bisa naik sesuai teknisnya. Mudah-mudahan normalisasi tidak membutuhkan waktu lama,” pungkasnya. (adv)





