Karakter di The Hunger Games yang Mempopulerkan Salam Tiga Jari, Begini Asal-Usulnya

Karakter di The Hunger Games yang Mempopulerkan Salam Tiga Jari, Begini Asal-Usulnya

Katniss Everdeen di Film The Hunger Games menjadi karakter fiksi yang membawa salam tiga jari dikenal luas sebagai simbol perlawanan (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Salam tiga jari (three-finger salute) kini makin dikenal luas terutama di Indonesia setelah dibawa dalam aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026 lalu.

Salam tiga jari ini mulai populer dalam film The Hunger Games hingga akhirnya diadopsi ke kehidupan nyata.

Namun, salam tiga jari sendiri sebenarnya tidak pertama kali diciptakan oleh The Hunger Games. Gestur serupa juga telah digunakan dalam organisasi Pramuka dan Pandu.

Akan tetapi, penelitian mengenai gestur dalam budaya populer menunjukkan bahwa film The Hunger Games berperan besar dalam mempopulerkan bentuk salam tiga jari yang kemudian diadopsi sebagai simbol protes di berbagai negara.

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Sedang Mengalami Perkembangan Diri

Karakter The Hunger Games yang Mempopulerkan Salam Tiga Jari

Karakter yang mempopulerkan salam tiga jari dalam film The Hunger Games adalah Katniss Everdeen, yang diperankan oleh aktris Jennifer Lawrence.

Tokoh rekaan karya Suzanne Collins ini menjadi sosok penting dibalik populernya gestur tiga jari yang kemudian diadopsi oleh sejumlah gerakan pro-demokrasi di dunia nyata, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Menariknya, salam tiga jari tersebut awalnya bukan dimaksudkan sebagai simbol demonstrasi. Dalam cerita The Hunger Games, gestur itu merupakan bentuk penghormatan, rasa terima kasih, kekaguman, dan salam perpisahan kepada orang yang dicintai.

Maknanya kemudian berkembang menjadi simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.

Baca Juga: Cegah Sengketa Aset, Diarpus Sukabumi Kelola Arsip Tanah Kas Desa Lewat Catur Pilar SIAP-V

Katniss Everdeen dan awal munculnya salam tiga jari

Dalam film, Katniss Everdeen sendiri merupakan karakter utama dalam kisah The Hunger Games. Ia digambarkan sebagai seorang gadis muda yang tinggal di Distrik 12, salah satu wilayah miskin di negara fiksi bernama Panem.

Panem merupakan negara yang dipimpin pemerintahan otoriter bernama Capitol. Setiap tahun, pemerintah mengadakan kompetisi mematikan bernama Hunger Games, yang mengharuskan anak-anak dari distrik-distrik di Panem bertarung hingga hanya tersisa satu pemenang.

Kehidupan Katniss berubah ketika adiknya, Primrose Everdeen, terpilih menjadi peserta Hunger Games ke-74.

Tidak ingin melihat adiknya menghadapi bahaya tersebut, Katniss secara sukarela menggantikan posisi Primrose sebagai peserta atau tribute. Momen itulah yang menjadi salah satu adegan awal kemunculan salam tiga jari.

Setelah Katniss menawarkan diri, sejumlah warga Distrik 12 mengangkat tiga jari tengah mereka, kemudian menyentuhkannya ke bibir sebelum mengarahkannya kepada Katniss.

Gestur tersebut merupakan tradisi lama di distrik itu yang digunakan untuk menyampaikan rasa terima kasih, kekaguman, dan salam perpisahan kepada seseorang yang dicintai.

Salam tiga jari berubah menjadi simbol perlawanan

Gestur tiga jari kembali diperlihatkan Katniss ketika ia kehilangan Rue, peserta Hunger Games dari Distrik 11 yang menjadi sekutunya selama berada di arena.

Rue meninggal setelah terkena serangan. Sebagai bentuk penghormatan, Katniss meletakkan tiga jari tengahnya di bibir, kemudian mengarahkannya kepada Rue.

Ia juga menghias tubuh Rue dengan bunga sebagai tanda bahwa Rue bukan sekadar peserta dalam permainan mematikan tersebut.

Tindakan Katniss ternyata memicu reaksi warga Distrik 11. Mereka membalas salam tiga jari sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan ketidakpuasan terhadap Capitol.

Seiring berjalannya cerita, gestur yang awalnya bermakna penghormatan dan perpisahan itu berkembang menjadi simbol solidaritas dan pemberontakan terhadap pemerintahan otoriter Panem.

Dalam film-film berikutnya, salam tiga jari semakin identik dengan gerakan perlawanan yang dipimpin Katniss.

Dari film ke aksi protes di dunia nyata

Popularitas salam tiga jari tidak berhenti di layar bioskop. Gestur tersebut mulai digunakan dalam gerakan protes di sejumlah negara, terutama di Asia Tenggara.

Tercatat beberapa peristiwa di berbagai negara Asia terutama ASEAN seperti Hong Kong pada 2014, Thailand pada 2014, Myanmar pada 2021 dan Indonesia pada 2026.

Ketika digunakan dalam aksi sosial dan politik, salam tiga jari tidak selalu memiliki satu arti yang sama. Maknanya dapat disesuaikan dengan kondisi dan tuntutan gerakan yang menggunakannya.

Beberapa makna yang sering dikaitkan dengan gestur tersebut antara lain perlawanan, solidaritas, demokrasi, serta kebebasan dan kesetaraan.

Dalam konteks Thailand, sebagian demonstran juga menghubungkan tiga jari dengan nilai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, sementara kelompok lainnya mengartikannya sebagai kebebasan, pemilihan umum, dan demokrasi.

Dengan demikian, Katniss Everdeen menjadi karakter fiksi yang membawa salam tiga jari dikenal luas sebagai simbol perlawanan.

Gestur yang awalnya digunakan untuk menyampaikan penghormatan dan perpisahan itu kemudian berkembang menjadi lambang solidaritas, kebebasan, dan perjuangan demokrasi di dunia nyata.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini
Ilustrasi. Tidak percaya diri (Sumber : Freepik/@wayhomestudio)

7 Tanda Kamu Sedang Mengalami Perkembangan Diri

Perkembangan diri merupakan proses seseorang untuk terus belajar, memperbaiki kebiasaan, dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Proses ini tidak selalu terlihat dari pencapaian besar atau perubahan yang mencolok.

03 Nov 2026, 12:00 WIB
Ilustrasi Cara Mengenali Potensi Diri dan Mengembangkannya (Sumber: pexels.com/@Yan Krukau) (Sumber : pexels.com)

Cara Mengenali Potensi Diri dan Mengembangkannya

Setiap orang memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, mudah memahami sesuatu, kreatif dalam menciptakan ide, atau terampil menyelesaikan masalah.

03 Nov 2026, 11:00 WIB