10 Istilah Bencana Alam dalam Bahasa Sunda, Hujan Angin Dordar Gelap

Sukabumiupdate.com
Sabtu 11 Apr 2026, 15:00 WIB
10 Istilah Bencana Alam dalam Bahasa Sunda, Hujan Angin Dordar Gelap

Ilustrasi - Istilah Bencana Alam dalam Bahasa Sunda (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sarat akan nilai, termasuk dalam menggambarkan berbagai fenomena alam. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Sunda memiliki beragam istilah unik untuk menyebut bencana alam dalam bahasa Sunda, mulai dari banjir, longsor, hingga gempa bumi.

Menariknya, istilah-istilah tersebut tidak hanya sekadar terjemahan, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat Sunda terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Sunda memiliki kedekatan yang kuat dengan kondisi geografis wilayah Jawa Barat yang rawan terhadap berbagai bencana alam.

Memahami istilah bencana alam dalam bahasa Sunda juga penting sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah. Selain itu, pengetahuan ini bisa membantu generasi muda agar lebih mengenal kosakata lokal sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.

Baca Juga: 9 Pakarang atau Senjata Tajam dalam Bahasa Sunda, Bukan Cuma Kujang

Nah, berikut ini berbagai istilah bencana alam dalam bahasa Sunda lengkap dengan arti dan penjelasannya.

1. Urug

Bencana alam "urug" dalam bahasa Sunda disebut taneuh urug atau cukup urug. Istilah ini merujuk pada fenomena tanah longsor. Urug terjadi ketika tanah atau bebatuan di tebing/gunung jatuh atau meluncur ke bawah.

2. Angin puyuh

Bencana alam angin puyuh dalam bahasa Sunda umumnya disebut angin puting beliung atau angin topan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan angin kencang berputar yang merusak, sering disebut juga angin puyuh.

3. Gunung bitu

Bencana alam gunung bitu dalam bahasa Sunda adalah gunung bitu atau bituna gunung. Istilah ini merujuk pada peristiwa meletusnya gunung api.

Baca Juga: Sing Puriding Cerpen Sunda “Sandekala di Leuweung Hideung” Bagian ka 2

4. Kahuruan leuweung

Bencana alam kebakaran hutan dalam bahasa Sunda disebut kahuruan leuweung. Istilah ini merujuk pada peristiwa alam atau bencana di mana hutan terbakar secara tidak terkendali.

5. Hujan angin

Bencana alam hujan angin dalam bahasa Sunda sering disebut sebagai hujan angin atau angin ribut. Fenomena ini sering merujuk pada hujan lebat yang disertai angin kencang.

6. Katiga

Bencana alam katiga dalam bahasa Sunda disebut usum halodo atau hailu. Ini merujuk pada musim kemarau panjang yang sering menyebabkan kekeringan.

Baca Juga: 20 Paribasa Sunda untuk Menyindir Orang Malas, Lengkap dengan Artinya

7. Caah dengdeng

Bencana alam caah dengdeng dalam bahasa Sunda merujuk pada banjir bandang atau air bah. Ini adalah bencana banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air besar, seringkali membawa material hanyutan seperti kayu atau sampah.

8. Lini

Dalam bahasa Sunda, lini adalah kata yang berarti gempa bumi. Ini merupakan istilah umum untuk menggambarkan bencana alam getaran pada permukaan bumi.

9. Tsunami

Bencana alam tsunami dalam bahasa Sunda tetap disebut sunami atau tsunami. Istilah ini diserap langsung, namun sering digambarkan sebagai caah laut (banjir laut) atau ombak laut anu kacida gedéna (ombak laut yang sangat besar) yang menghantam daratan.

10. Sasalad

Bencana alam sasalad dalam bahasa Sunda diartikan sebagai wabah penyakit, epidemi, atau wabah yang menular secara cepat ke masyarakat.

Itulah berbagai istilah bencana alam dalam bahasa Sunda lengkap dengan arti dan penjelasannya untuk menambah pengetahuan dan kosakata bahasa Sunda kamu.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini