SUKABUMIUPDATE.com - Mewarnai rambut bisa menjadi cara cepat untuk memperbarui penampilan dan berekspresi lewat gaya. Namun, kebiasaan ini ternyata tak selalu semulus hasil akhirnya. Jika dilakukan terlalu sering, pewarna rambut terutama yang mengandung bahan kimia kuat dapat berdampak negatif pada kesehatan rambut, kulit kepala, bahkan tubuh secara keseluruhan.
1. Kerusakan Struktur Rambut
Bahan kimia yang umum terdapat dalam pewarna rambut seperti amonia, hidrogen peroksida, dan zat pewarna sintetis bekerja dengan membuka kutikula rambut agar warna baru bisa masuk. Namun proses ini secara bertahap menghilangkan minyak alami dan protein pelindung rambut, sehingga rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan rentan mengalami patah serta ujung bercabang.
Baca Juga: 30 Tema Isra Miraj 2026: Inspiratif, Religius, dan Bermakna
2. Iritasi dan Reaksi Alergi pada Kulit Kepala
Kulit kepala merupakan area kulit yang sensitif. Paparan bahan kimia di pewarna rambut tidak jarang menyebabkan:
- Gatal, kemerahan, dan sensasi terbakar
- Iritasi berkelanjutan setelah pewarnaan
- Dermatitis kontak alergi. Komponen seperti p-phenylenediamine (PPD) dikenal sebagai alergen yang sering memicu reaksi kulit, terutama jika pewarna rambut digunakan berulang kali.
3. Risiko Masuknya Zat Kimia ke Dalam Tubuh
Karena kulit kepala memiliki suplai darah yang kaya, ada kemungkinan sejumlah kecil bahan kimia menyerap ke dalam aliran darah setelah diwarnai. Adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut yang sering dengan perubahan kadar metabolit dalam darah, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan secara umum jika paparan berlangsung terus-menerus.
4. Potensi Risiko Kanker
Kemungkinan hubungan antara paparan bahan kimia pewarna dan risiko kanker tertentu, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau dengan frekuensi tinggi. Meski bukti ilmiah masih beragam dan belum definitif, beberapa studi menemukan peningkatan risiko untuk kanker kandung kemih atau bahkan kanker payudara pada orang yang mengecat rambut berulang kali, khususnya pada pewarna permanen yang mengandung senyawa aromatik tertentu.
Baca Juga: Mengapa Pendidikan Berkualitas Sangat Penting? Simak 5 Manfaatnya untuk Masa Depan Anak
5. Penipisan, Ketombe & Masalah Lain
Efek lain yang lebih sering dialami pengguna pewarna rambut adalah ketombe, kulit kepala kering, dan penipisan rambut secara bertahap, yang bisa membuat rambut terlihat kurang sehat dan kurang volume seiring waktu.
Mewarnai rambut mungkin terlihat sebagai transformasi estetika sederhana, tetapi jika dilakukan terlalu sering dan tanpa perhatian terhadap kandungan bahan kimia, hal ini bisa menyebabkan kerusakan rambut, iritasi kulit kepala, dan bahkan efek kesehatan jangka panjang lainnya. Pilih produk yang lebih aman dan batasi frekuensi pewarnaanmu untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala tetap optimal.
Sumber: Berbagai sumber





