Paksa Hapus Video Pengeroyokan Peserta Aksi #indonesiasadar, AMSI Kecam Intimidasi Jurnalis di Bogor

Paksa Hapus Video Pengeroyokan Peserta Aksi #indonesiasadar, AMSI Kecam Intimidasi Jurnalis di Bogor

Aksi #indonesiasadar di Tugu Kujang Bogor Jawa Barat (Sumber: dok media)

SUKABUMIUPDATE.com - Upaya pembungkaman terhadap insiden kekerasan di ruang publik kembali terjadi. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat siap memberikan pendampingan terhadap R, jurnalis Metropolitan yang menjadi korban penganiayaan dan pemaksaan penghapusan video saat meliput unjuk rasa di Tugu Kujang, Kota Bogor.

Kejadian bermula pada Rabu (28/10/2026) malam, ketika R merekam aksi dugaan pengeroyokan di lokasi demo. Tanpa mengindahkan identitas kewartawanan yang sudah diperlihatkan, oknum aparat berpakaian sipil lantas menyeret R ke tempat terisolasi di bawah jembatan, menyita ponselnya, dan memaksanya menghapus rekaman video tersebut.

Baca Juga: 8,8 Kg Sabu Senilai Rp8 Miliar Disita di Sukabumi, Pemasok Asal Malaysia Diburu

"Gua ngotot, gua pers, gua pers. Nggak percaya . Dia minta video suruh dihapus, gua nggak mau," kata R mengungkapkan perlakuan intimidatif yang diterimanya.

Sikap gigih R yang menolak paksaan aparat tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari organisasi pers. Ketua AMSI Jawa Barat, Satrya Graha Laksana, menilai keteguhan jurnalis di lapangan penting demi menjaga kejujuran fakta yang diterima masyarakat.

Baca Juga: Tak Perlu Beli di Luar, Ini Cara Membuat Beras Kencur yang Enak di Rumah

"Kehadiran jurnalis di lokasi aksi bukanlah ancaman atau lawan yang harus dimusuhi, melainkan pilar demokrasi yang memastikan peristiwa terekam secara objektif," jelas Satrya.

AMSI Jawa Barat mendesak pimpinan kepolisian wilayah Jawa Barat untuk mengevaluasi pendekatan pengamanan unjuk rasa yang dinilai masih represif. AMSI memastikan akan mengawal kasus penindasan ini hingga para oknum yang terlibat diproses sesuai aturan hukum dan kode etik yang berlaku.

 

Berita Terkini