Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, 40 Ribu Unit Sasar Jabar

Sukabumiupdate.com
Selasa 14 Apr 2026, 14:01 WIB
Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, 40 Ribu Unit Sasar Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri PKP Maruarar Sirait di lokasi rumah milik Lis Mulyani, salah satu penerima manfaat. (Sumber Foto: Kementerian PKP)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meresmikan dimulainya program bedah rumah di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Program yang merupakan inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto ini menargetkan renovasi sebanyak 40.000 unit rumah di seluruh pelosok Jabar. Peresmian secara simbolis dilakukan dengan merenovasi 10 rumah di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin malam (13/4/2026).

"Dengan ini saya resmikan dimulainya renovasi 40.000 rumah di Jabar bantuan dari program bedah rumah Kementerian PKP," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi di lokasi rumah milik Lis Mulyani, salah satu penerima manfaat.

Mengetahui keseharian Lis sebagai penjahit, KDM tidak hanya memberikan dukungan untuk renovasi bangunan, tetapi juga memberikan bantuan dana pribadi.

"Dari Menteri KKP sebesar Rp20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp20 juta lagi. Buat tambah modal usaha menjahitnya," ujar KDM.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan Penataan Halaman Gedung Sate Tak Hilangkan Jalan Diponegoro

Lis Sumiati pun menyatakan terima kasih kepada KDM dan Menteri KKP Maruarar Sirait yang sudah membantu merenovasi rumahnya bahkan memberi bantuan modal usaha.

"Terimakasih semoga menjadi berkah amal ibadah buat bapak KDM dan Pak Menteri," tuturnya.

Melibatkan masyarakat lokal

Program bedah rumah diberikan kepada penerima manfaat dengan target 10 rumah tidak layak huni di setiap desa di Indonesia.

Maruarar Sirait mengatakan, tahun ini pemerintah merencanakan akan melakukan renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 400 ribu unit dan terbanyak ada di Jabar yang mencapai hampir 40 ribu unit.

“Tahun lalu kuota BSPS di Jawa Barat sebanyak 6.374 unit, tahun ini kita tingkatkan secara signifikan menjadi 40.000 unit agar penanganan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat,” ujarnya.

Maruarar menuturkan, setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi sebesar Rp20 juta untuk membeli bahan bangunan dan biaya tukang. Dalam proses pembangunannya akan melibatkan masyarakat dan UMKM setempat melalui proses tender rakyat BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

Melalui tender rakyat BSPS proses pengadaan bahan bangunan akan transparan dan menguntungkan bagi penerima manfaat. 10 penerima manfaat akan membentuk kelompok lalu mengundang tiga UMKM toko bangunan terdekat untuk bersaing, menawarkan pembelian bahan bangunan dengan harga paling kompetitif.

Seperti di Desa Banyusari, dari anggaran yang tersedia untuk 10 rumah senilai Rp175 juta, melalui tender rakyat, UMKM pemenang siap membangun dengan pagu senilai Rp164 juta rupiah saja. Sementara biaya tukang untuk 10 rumah senilai Rp25 juta. Sisa uang bantuan hasil penghematan dapat dibelikan kembali untuk bahan bangunan tambahan jika diperlukan.

Maruarar menilai, program bedah rumah ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (adv)

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkini