SUKABUMIUPDATE.com - Warga korban kebakaran di Kampung Bojongkuring RT 02/RW 26, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, menerima bantuan tanggap darurat setelah rumah mereka hangus dilalap si jago merah pada Agustus 2026 lalu.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cibadak di bawah koordinasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi.
Anggota Tagana Kecamatan Cibadak, Raphael, mengatakan bahwa bantuan disalurkan pada Senin (24/8/2026) atau tiga hari pascakejadian. Penyaluran ini bertujuan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan sebagian besar harta benda mereka.
"Bantuannya berupa sembako, family kit, kids ware, dan kasur," ujar Raphael kepada sukabumiupdate.com, Jumat (11/9/2026).
Selain bantuan logistik, pemulihan warga juga mencakup pelayanan administrasi kependudukan. UPTD Disdukcapil Kecamatan Cibadak membantu menerbitkan kembali dokumen penting yang terbakar, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, dan Akta Kelahiran. Disdukcapil juga menyerahkan Akta Kematian milik almarhumah istri salah satu korban yang telah meninggal dunia lima tahun lalu.
Baca Juga: HJKS ke-156, Dinsos Sukabumi Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Beragam Program Sosial
Ketua RW 26 Kelurahan Cibadak, Arti Ardi (Aal), menyampaikan bahwa proses pemulihan masih terus berjalan. Saat ini, perbaikan rumah warga mulai dilakukan melalui program Kolaborasi Peduli Masalah Sosial (KOPI MASAL) Kecamatan Cibadak.
"Alhamdulillah sudah tiga hari mulai peletakan batu pertama," kata Aal.
Ia menjelaskan, renovasi rumah memanfaatkan material yang tersedia secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan. Harapannya, bangunan tersebut dapat kembali menjadi tempat tinggal yang layak dan aman.
"Paling dalam kaitan dengan renovasi rumah, kita akan menggunakan bahan material seadanya. Minimal teduh lah ya dan bisa ditempati," ujarnya.
Setelah pembangunan dimulai, para korban untuk sementara masih mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Namun, aktivitas keseharian warga terdampak disebut sudah kembali berjalan normal.
"Untuk sementara masih mengungsi di rumah keluarganya masing-masing, tapi aktivitas sehari-hari sudah kembali normal," ujarnya.
Baca Juga: Dinsos Kabupaten Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Camat Cibadak Mulyadi mengatakan kegiatan perbaikan rumah tersebut merupakan bagian dari bakti sosial dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.
Melalui program KOPI MASAL, Kecamatan Cibadak melakukan perbaikan hunian bagi tiga kepala keluarga korban kebakaran di Kampung Bojongkuring.
Perbaikan tersebut menjadi rumah ke-28, ke-29, dan ke-30 yang ditangani melalui program KOPI MASAL.
Mulyadi menjelaskan, proses perbaikan rumah dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha, lembaga masyarakat, serta warga sekitar.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program tersebut karena warga ikut membantu melalui tenaga maupun dukungan lainnya.
"Uniknya KOPI MASAL ini bukan hanya pemerintah yang bergerak atau perusahaan, tapi masyarakat setempat juga ikut membantu. Saling bantu, saling tolong-menolong, bahu-membahu," ujar Mulyadi.
Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut berkolaborasi sehingga KOPI MASAL dapat membantu menangani lebih banyak persoalan sosial di Kecamatan Cibadak.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi pada Jumat (21/8/2026) sore di Kampung Bojongkuring RT 02/RW 26, Kelurahan Cibadak. Musibah tersebut menghanguskan tiga rumah warga yang dihuni tiga kepala keluarga.
Saat kejadian, api diketahui berasal dari salah satu rumah dan kemudian merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi yang cukup sempit. Namun, api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses penanganan terhadap warga terdampak kemudian dilakukan oleh berbagai pihak. (adv)















