DKUKM Sukabumi Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Pelatihan Fotografi dan Videografi

Sukabumiupdate.com
Kamis 11 Jun 2026, 13:48 WIB
DKUKM Sukabumi Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Pelatihan Fotografi dan Videografi

Suasana pelatihan teknik visualisasi, fotografi dan videografi pelaku usaha mikro yang digelar DKUKM Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026). (Sumber Foto: Dok. DKUKM)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi terus mendorong pelaku usaha mikro agar mampu bersaing di era digital. Salah satunya melalui pelatihan teknik visualisasi, fotografi, dan videografi produk pelaku usaha mikro yang digelar di Gedung Promosi dan Pusat Pengembangan Produk Industri Kecil Menengah (IKM), Jalan KH Anwari, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (9/6/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) peserta program pemberdayaan UMKM Naik Kelas tahun 2026 dari wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro DKUKM Kabupaten Sukabumi, Virly Virliana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin mengandalkan platform digital.

"Pesertanya merupakan pelaku UMKM program Naik Kelas dari wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Jumlahnya sekitar 30 orang," ujar Virly kepada sukabumiupdate.com, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: 90 Usaha Mikro di Kabupaten Sukabumi Terpilih Jadi Peserta UMKM Naik Kelas 2026

Menurutnya, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam menampilkan produk secara menarik melalui media digital. Materi yang diberikan mencakup teknik pengemasan produk, fotografi produk, pembuatan konten promosi, hingga strategi pemasaran melalui platform online.

"Pelatihan ini lebih mengarah pada digitalisasi UMKM. Bagaimana produk mereka bisa masuk ke pangsa pasar online melalui teknik visualisasi yang baik, mulai dari kemasan, pengambilan foto, hingga pembuatan konten promosi," jelasnya.

Untuk mendukung kualitas pelatihan, DKUKM menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.

Virly Virliana (berkerudung kuning) berfoto bersama narasumber dan para peserta pelatihan.Virly Virliana (berkerudung kuning) berfoto bersama narasumber dan para peserta pelatihan.

Virly mengungkapkan sebagian besar peserta berasal dari sektor kuliner yang memang mendominasi usaha mikro di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Selain produk makanan siap konsumsi, terdapat pula pelaku usaha makanan kemasan dan sejumlah usaha kerajinan atau craft meski jumlahnya masih terbatas.

"Kalau wilayah selatan mayoritas pelaku UMKM bergerak di bidang kuliner. Untuk kerajinan ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak sektor makanan," katanya.

Baca Juga: UMKM Naik Kelas 2026 dan Motekar, DKUKM Perkuat Usaha Mikro di Sukabumi

Melalui pelatihan tersebut, DKUKM berharap pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas promosi produknya sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan omzet usaha.

"Harapan akhirnya tentu peningkatan omzet, pendapatan, dan kesejahteraan pelaku UMKM. Dalam jangka pendek, mereka diharapkan memahami apakah produknya sudah memiliki daya saing atau belum, terutama dari sisi kemasan dan promosi," ujarnya.

Virly menambahkan, persoalan kemasan masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi banyak pelaku UMKM. Selain faktor desain dan daya tarik visual, kenaikan harga bahan kemasan juga menjadi kendala tersendiri bagi pelaku usaha.

"Masalah yang paling sering muncul memang kemasan. Saat ini pelaku UMKM harus menyesuaikan kemasan dengan target pasar. Ada produk yang cukup menggunakan kemasan sederhana, tetapi ada juga yang membutuhkan kemasan lebih menarik agar mampu bersaing," ungkapnya.

Menurut Virly, kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi kunci penting bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi pengemasan dan pemasaran produk.

"Kemasan dan promosi harus disesuaikan dengan pangsa pasar yang dituju. Karena itu pelaku UMKM perlu memahami teknik-tekniknya agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan lebih kompetitif," pungkasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini