SUKABUMIUPDATE.com - Animo pencari kerja di Indonesia untuk lowongan kursi manajer koperasi merah putih dan kampung nelayan cukup tinggi. Dalam 4 hari sejak resmi dibuka oleh pemerintah pada 16 April 2026, sudah lebih 383 ribu lamaran masuk.
Pemerintah mencatat lonjakan minat masyarakat terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan, total pelamar yang masuk mencapai 383.830 orang.
Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap program penguatan ekonomi desa tersebut. “Pendaftaran ini terbuka, jujur, dan tidak ada yang bisa menjamin diterima. Semua berjalan apa adanya,” ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Saat Para Dubes Belajar Membatik Ramah Lingkungan dari Siswa SMP di Kota Sukabumi
Ia menjelaskan, rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manajer di 30.000 Koperasi Desa Merah Putih dan 5.467 Kampung Nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan sistem merit-based. Pemerintah menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses ini dan seluruh tahapan berada di bawah koordinasi Panitia Seleksi Nasional.
Skema ini dirancang untuk memastikan SDM yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi. Nantinya, para manajer akan berstatus sebagai pegawai BUMN non-ASN.
Baca Juga: Kuota 173 Jemaah, Hanya 65 Warga Kabupaten Sukabumi yang Siap Berangkat Haji 2026
Para manajer tersebut akan berperan penting dalam menggerakkan operasional KDKMP, terutama dalam pengelolaan distribusi pangan dan layanan logistik desa.
Melansir suara.com, KDKMP sendiri disiapkan sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Layanannya mencakup gerai sembako, logistik desa, unit simpan pinjam, hingga klinik dan apotek desa.
Selain itu, koperasi ini juga akan menyediakan layanan keuangan seperti BRILink, agen pupuk, LPG, hingga menjadi pusat distribusi bantuan pemerintah.



