Tuntun, Kisah Difabel di Kalibunder Sukabumi: Ngewarung Modal Jual Ayam

Rabu 28 Juni 2023, 17:31 WIB
Potret Tuntun, difabel asal Kalibunder Kabupaten Sukabumi saat menjalankan aktivitas kesehariannya di rumah. (Sumber : Istimewa)

Potret Tuntun, difabel asal Kalibunder Kabupaten Sukabumi saat menjalankan aktivitas kesehariannya di rumah. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah keterbatasan fisik, Tuntun (32 tahun) penyandang disabilitas atau difabel asal Kampung Cikaliung RT 09/02 Desa/Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi menyimpan semangat untuk hidup produktif dan mandiri.

Anak perempuan satu-satunya dari pasangan suami istri Enur (55 tahun) dan Ati (52 tahun) itu ditakdirkan tak memiliki dua lengan dan dua kaki yang sempurna sejak lahir. Meski begitu, Tuntun tidak merasa minder untuk berjualan di rumah panggungnya yang sederhana.

Sejak lima tahun terakhir, Tuntun berinisiatif memanfaatkan ruangan bagian tengah rumahnya dengan membuka usaha warung kecil yang menjajakan makanan ringan, sembako hingga kopi. Usaha tersebut bermodalkan dari uang Rp 150 ribu hasil menjual dua ekor ayamnya.

Ia kemudian dengan gigih menabungkan sebagian hasil jualannya tersebut, hingga akhirnya mampu membeli handphone sendiri untuk menjalankan usaha lainnya berupa jualan pulsa.

"Pelayanan warung dan yang beli pulsa, semuanya sama saya, tidak sama ibu atau adik adik. Kalau saat mandi dan salat (baru) dibantu sama ibu," ujarnya.

Baca Juga: Cerita Sidik Sang Atlet Difabel asal Sukabumi, Merantau ke Bekasi hingga Raih Medali

Tuntun menceritakan, tujuan dirinya menjalankan usaha kecil-kecilan ini demi menyambung hidup sekaligus membantu ekonomi keluarga. Diketahui, ayah serta ketiga saudara laki-laki Tuntun hanya bekerja sebagai buruh serabutan.

Kedepannya, Tuntun ingin bisnis warungnya berkembang. Bahkan ia mempunyai mimpi bisa mengumrohkan kedua orang tuanya. Cita-citanya itu disampaikan kepada Koordinator PKH Kecamatan Kalibunder, Dandan Arwarana, yang menyambangi rumah Tuntun dan keluarganya pada Rabu (28/6/2023).

Menurut Dandan, keluarga Tuntun kini sedang diupayakan pihaknya bisa mendapat bantuan untuk tambahan modal usaha.

"Alhamdulilah keluarga tersebut sebelumnya mendapatkan BLT DD, dan sekarang mendapatkan juga BPNT, serta PKH atas nama ibunya Tuntun namun salah satu komponennya adalah Tuntun sendiri," ujarnya.

"Kami sedang berupaya untuk mendapatkan bantuan modal usaha, apakah berupa barang etalase, atau permodalan. Dia (Tuntun) memang cerdas orangnya, meski tak mengenyam bangku pendidikan namun bisa hitung baca dan menggunakan HP," pungkasnya.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Jawa Barat18 Juni 2024, 23:04 WIB

Sesar Cugenang Terus Bergerak, Picu 8 Kali Gempa di Cianjur Hari Ini

BMKG melaporkan aktivitas sesar Cugenang masih berlanjut hingga menimbulkan sejumlah getaran gempa di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya.
Zona bahaya Sesar Cugenang. Sesar aktif yang memicu gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo itu membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya 9 desa. | Foto: BMKG
Sukabumi18 Juni 2024, 21:54 WIB

Arus Balik Libur Idul Adha 2024, Jalur Utara Sukabumi Padat Imbas Bubaran Pabrik

Polisi menyebut bubaran pabrik jadi salah satu penyebab kepadatan di jalur Utara Sukabumi pada momen arus balik Idul Adha 2024 Selasa (18/6/2024) malam.
Kondisi kepadatan di jalan Nasional Sukabumi-Bogor di momen arus balik libur lebaran Idul Adha 2024. (Sumber : Istimewa)
Sehat18 Juni 2024, 21:00 WIB

9 Ramuan Herbal untuk Mengobati GERD dan Asam Lambung, Dijamin Efektif!

Bahan herbal dipercaya mampu mengobati penyakit GERD dan asam lambung.
Ilustrasi - Bahan herbal dipercaya mampu mengobati penyakit GERD dan asam lambung. (Sumber : Freepik.com/@jcomp).
Sukabumi18 Juni 2024, 20:26 WIB

Kronologi Pemotor Tewas usai Salip Truk Galon di Simpenan Sukabumi

Berikut kronologi kecelakaan maut pemotor tewas tertimpa truk galon di jalan raya Kiaradua, Simpenan Sukabumi.
Petugas kepolisian dibantu warga saat mengevakuasi jasad pemotor yang tertimpa truk galon di Simpenan Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sehat18 Juni 2024, 20:00 WIB

8 Cara Menyembuhkan Asam Lambung dengan Cara Alami dan Sederhana

Beberapa cara ini dapat membantu Anda mengobati asam lambung secara alami dan sederhana.
Ilustrasi -  Beberapa cara ini dapat membantu Anda mengobati asam lambung secara alami dan sederhana.(Sumber : Freepik.com)
Nasional18 Juni 2024, 19:30 WIB

Kecanduan Tapi Selalu Kalah Saat Main Judi Online? Simak Penjelasan dan Rahasianya

Fenomena judi online yang marak di Indonesia dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses internet, kondisi ekonomi, regulasi yang longgar, dan pengaruh sosial.
Ilustrasi - Fenomena judi online yang marak di Indonesia dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses internet, kondisi ekonomi, regulasi yang longgar, dan pengaruh sosial. (Sumber : Freepik.com/@rawpixel.com).
Sukabumi18 Juni 2024, 19:13 WIB

Pemotor Tewas Tertimpa Truk Galon di Simpenan Sukabumi

Berikut kesaksian warga terkait kecelakaan maut di Simpenan Sukabumi, pemotor tewas tertimpa truk galon yang diduga alami rem blong.
Pemotor tewas tertimpa truk bermuatan galon yang diduga rem blong di Simpenan Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Life18 Juni 2024, 19:00 WIB

8 Tips Makan Malam yang Aman untuk Menjaga Kadar Gula Darah dan Contoh Menunya

Lemak sehat dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan memberikan energi bagi penderita diabetes.
Ilustrasi. Tips Makan Malam yang Aman untuk Menjaga Kadar Gula Darah dan Contoh Menunya. (Sumber : Pexels/KarolinaKaboompics)
Sehat18 Juni 2024, 18:45 WIB

6 Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Kamu Wajib tahu!

daging kambing memiliki banyak manfaat salah satunya dapat menghilangkan penyakit anemia, mencegah obesitas dan kesehatan tulang
Ilustrasi daging kambing yang bermanfaat untuk kesehatan (Sumber : Pixabay.com/@wildjjou1)
Sukabumi18 Juni 2024, 18:15 WIB

WNA China yang Diselamatkan Di Laut Sukabumi Diserahkan Ke Imigrasi

Kepolisian Resort Sukabumi akahirnya menyerahkan sembilan orang warga negara asing (WNA) asal China dan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) asal NTT ke kantor Imigrasi kelas II Non TPI Sukabumi.
9 orang WNA asal China saat di Sat Reskrim Polres Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi