SUKABUMIUPDATE.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Yohana Yembise akan mengeluarkan peraturan yang melarang anak bermain game Pokemon GO karena dapat mengganggu waktu kegiatan belajar anak di sekolah.
"Saya sudah menyiapkan rancangan peraturan menteri tentang pelarangan anak membawa HP dan bermain game Pokemon GO," ungkap Menteri PPA Yohana Yembise di VIP Room Bandara Frans Kaisiepo Biak sebelum bertolak ke Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, maraknya aksi bermain game Pokemon GO karena pengaruh kemajuan teknologi informasi melalui HP.
Menteri Yohana mengatakan, setiap orang tua harus ikut membantu pihaknya dalam melarang anak bermain Pokemon Go.
"Dampak dari bermain game Pokemon GO dapat merusak pikiran anak serta menjadikan anak menjadi malas, ya ini harus sejak dini dicegah melalui pelarangan peraturan menteri," ungkap Menteri PPA Yohana Yembise.
Menteri Yohana berpesan kepada anak untuk tidak menjadikan permainan game Pokemon Go sebagai hobi karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap tumbuh kembang anak.
"Ya untuk draf rancangan peraturan menteri sedang digodok diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa dikeluarkan," ujarnya.
Pelarangan peraturan bermain HP dan game Pokemon GO diharapkan mendapat dukungan berbagai stake holders sebagai antisipasi merusak pemikiran anak.(*/ant)
Menteri PPA Segera Larang Anak Main Game Pokemon GO
[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB

Editor :
Tags :
Reels & Shorts
Berita Terkini
Kebakaran di Pasar Surade Sukabumi, Api Muncul Dari Deretan Kios Belakang
Sukabumi 30 Sep 2026, 14:24 WIB
Curug Padalarang, Air Terjun jernih di Kaki Gunung Salak Punya Jalur Trekking Menarik
Food & Travel 30 Sep 2026, 13:30 WIB
Syifa Hadju Bela Alyssa Daguise soal Privasi Wajah Baby Soso, Malah Dihujat Netizen
Seleb 30 Sep 2026, 13:00 WIB
Pasir Limo Bogor, Menjelajah Jalur Perbukitan 1075 Mdpl hingga Titik Panorama Cisadon
Food & Travel 30 Sep 2026, 12:30 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Bangladesh, Terakhir Berakhir Imbang 0-0
Olahraga 30 Sep 2026, 12:15 WIB
Preview Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang Demi Tiket Final
Olahraga 30 Sep 2026, 11:57 WIB
Manchester City Bantah Tuduhan Pelanggaran FFP Liga Inggris, Siap Ajukan Banding
Olahraga 30 Sep 2026, 11:39 WIB
Davina Karamoy Kembali Diperiksa Lagi Soal Kasus Hanania Travel
Seleb 30 Sep 2026, 11:30 WIB
Hadiri Mayors Talk 2026, Ayep Zaki Tegaskan Kota Sukabumi jadi Bagian Membangun Ketahanan Perkotaan
Sukabumi 30 Sep 2026, 11:29 WIB
Dipicu Sesar Aktif Bawah Laut, Gempabumi Tektonik M4,6 Barat Daya Bayah Banten
Science 30 Sep 2026, 11:22 WIB
Spanyol Hancurkan Kroasia 4-1, Lamine Yamal Cetak Brace di UEFA Nations League 2026/2027
Olahraga 30 Sep 2026, 11:21 WIB
Gurihnya Dendeng Ikan Deles Kreasi Warga Ciwaru Sukabumi, Cocok Buat Oleh-oleh!
Produk 30 Sep 2026, 10:40 WIB
Niat Cari Ikan di Sungai Cimandiri, Warga Palabuhanratu Sukabumi Malah Dapat Buaya
Sukabumi 30 Sep 2026, 10:08 WIB
Penyebab dan Faktor Tekanan Darah Naik, Beban Pikiran Jadi Salah Satunya
Sehat 30 Sep 2026, 10:00 WIB
Gempa M4,6 Guncang Barat Daya Bayah Banten, Getarannya Dirasakan Warga Sukabumi
Science 30 Sep 2026, 09:02 WIB
Berapa Tekanan Darah yang Normal? Kenali Batasnya
Sehat 30 Sep 2026, 09:00 WIB
Resep Pizza Teflon, Hidangan Italia yang Garing dan Lembut Bikin Ketagihan
Food & Travel 30 Sep 2026, 07:00 WIB
Cuaca Jabar 30 September 2026, di Akhir Bulan Sukabumi Potensi Hujan Lebat di Siang Hari
Science 30 Sep 2026, 06:54 WIB
Rumah Ludes Terbakar, Janda 2 Anak di Kalibunder Sukabumi Mengungsi dan Butuh Bantuan
Sukabumi 30 Sep 2026, 06:00 WIB









