H+2 Lebaran, Potret Tumpukan Sampah di Sepanjang Pantai Karang Hawu Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 23 Mar 2026, 19:17 WIB
H+2 Lebaran, Potret Tumpukan Sampah di Sepanjang Pantai Karang Hawu Sukabumi

Potret tumpukan sampah berserakan di Pantai Karang Hawu, Palabuhanratu, Sukabumi. Senin (23/3/2026). (Sumber: SU/Ilyas Supendi)

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki H+2 libur Lebaran, kawasan wisata Pantai Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dipadati wisatawan pada Senin (23/3/2026). Lonjakan pengunjung yang begitu tinggi membawa berkah bagi sektor wisata, namun di sisi lain menyisakan persoalan serius yakni tumpukan sampah yang mencemari area pantai.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme wisatawan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini situasi masih aman terkendali. Kunjungan wisatawan sangat luar biasa,” ujar Okih pada sukabumiupdate.com di lokasi.

Namun demikian, Okih tak menampik bahwa membludaknya pengunjung berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan wisata. Meski berbagai upaya telah dilakukan, seperti imbauan melalui pengeras suara dan pemasangan banner, kesadaran sebagian pengunjung masih rendah.

Baca Juga: Kendaraan Menumpuk di Simpang 3 Batusapi Sukabumi, Arus Lalin Lumpuh 1 Jam

“Memang betul, pasca kunjungan wisata yang meriah ini menyisakan sampah. Ini menjadi PR bagi kami. Kami sudah melakukan imbauan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya dari Forkopimcam Cisolok, Dinas Pariwisata, serta Dinas Lingkungan Hidup telah menurunkan tim khusus untuk menangani sampah. Namun, jumlah petugas yang terbatas tidak sebanding dengan volume sampah yang terus bertambah setiap harinya.

“Petugas yang diturunkan sekitar lima orang. Mereka rutin melakukan pembersihan siang dan sore. Tapi karena intensitas sampahnya luar biasa, belum bisa tertangani secara maksimal dalam waktu singkat,” ungkap Okih.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fasilitas tempat sampah sebenarnya telah disediakan, termasuk tempat pembakaran sampah sementara di sejumlah titik warung. Namun, faktor kesadaran pengunjung dan pedagang, terutama pedagang musiman, masih menjadi tantangan utama.

Baca Juga: Diduga Tertimpa Pohon Tebangan Sendiri, Petani di Pabuaran Ditemukan Tewas

“Tong sampah sudah tersedia. Tapi memang kesadaran pengunjung dan pedagang musiman masih perlu ditingkatkan. Mereka ini yang kadang menyumbang kesemrawutan sampah,” katanya.

Okih mengaku pihaknya pun terus melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang, khususnya pedagang pikulan, agar ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami arahkan agar mereka ikut bertanggung jawab. Misalnya kalau melihat sampah di sekitar, bisa langsung dikumpulkan ke tempat sampah,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Okih mengungkapkan bahwa pemerintah Kecamatan Cisolok berencana menggelar aksi bersih-bersih (opsih) secara besar-besaran usai masa libur Idul Fitri, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha wisata.

“Kami akan lakukan opsih bersama setelah libur selesai, melibatkan masyarakat dan pelaku wisata agar kebersihan pantai bisa kembali terjaga,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini