SUKABUMIUPDATE.com – Seutas tali tambang membentang di sekitar lingkungan SMAN 1 Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Di bawah terik matahari, satu per satu siswa melangkah perlahan sambil menjaga keseimbangan. Sebagian tampak tegang, sementara yang lain bersorak memberi semangat.
Di lokasi itu, tidak terlihat suasana wisata seperti study tour pada umumnya. Ratusan siswa justru menjalani latihan fisik dan mental bersama pasukan Marinir TNI AL dalam kegiatan Pancawaluya, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang rutin digelar sekolah.
Safa Sifa, siswi kelas 10, mengaku sempat diliputi rasa takut saat pertama kali harus melewati tali tambang di ketinggian. Namun setelah mendapat arahan dari instruktur, rasa takut itu perlahan berubah menjadi tantangan yang ingin kembali ia taklukkan.
“Awalnya beneran deg-degan, tapi setelah tahu tekniknya kalau kaki kanan itu pendorong dan kaki kiri penyeimbang, saya malah ingin coba lagi. Ini pengalaman yang sangat menantang,” ujar Safa.
Baca Juga: Usai Vonis, Lahan Sengketa Lansia Palabuhanratu Dipagari Kawat Berduri Perusahaan Plat Merah
Kegiatan yang diikuti sekitar 400 siswa tersebut memanfaatkan area sekolah dan lahan eks perkebunan di sekitar lingkungan sekolah. Berbagai simulasi ketangkasan disiapkan, mulai dari latihan keseimbangan, merayap di tali, hingga pembinaan mental.
Kepala Pelatih outbound Marinir TNI AL, Lettu Marinir Komarudin, mengatakan inti dari latihan tersebut bukan sekadar membangun kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi tekanan.
“Sebetulnya yang membuat tali goyang itu adalah ketidakyakinan diri sendiri. Jika hati tenang dan fokus, rintangan setinggi apa pun bisa dilewati,” kata Komarudin di sela kegiatan.
Menurutnya, para siswa dilatih agar tidak mudah panik dan mampu mengambil keputusan dengan tenang saat menghadapi situasi sulit.
“Kami tidak hanya melatih otot, tapi melatih kesiapan mental siswa agar mereka tetap sabar dan tidak tergopoh-gopoh saat menghadapi situasi darurat di medan yang sebenarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Status UHC Turun, Pemkab Sukabumi Perluas Kewajiban BPJS hingga Pegawai MBG
Bagi pihak sekolah, kegiatan tersebut menjadi alternatif pembinaan karakter yang dinilai lebih dekat dengan kehidupan siswa dibandingkan sekadar kegiatan rekreasi.
Kepala SMAN 1 Jampangtengah, Bahrudin, mengatakan konsep Pancawaluya sengaja dirancang sebagai pengganti study tour dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sekolah.
“Ini adalah solusi cerdas pengganti study tour. Kita manfaatkan fasilitas sekitar agar edukasi karakter tetap jalan tanpa membebani keuangan orang tua,” ungkap Bahrudin.
Ia mengaku program tersebut membawa perubahan terhadap sikap dan kedisiplinan siswa selama beberapa tahun terakhir.
“Perubahannya sangat nyata. Sekarang anak-anak jauh lebih disiplin, bahkan urusan rambut rapi saja mereka lakukan tanpa perlu disuruh lagi,” katanya.
Baca Juga: Dicegat Sesama Pelajar, 2 Siswa SMK di Sukabumi jadi Korban Pembacokan saat Pulang Sekolah
Tak hanya itu, Bahrudin menyebut pembinaan bersama Marinir turut membangun hubungan sosial antarsiswa menjadi lebih baik.
“Melalui latihan fisik dan mental bersama Marinir ini, alhamdulillah hingga hari ini sekolah kami bersih dari aksi perundungan karena mereka diajarkan untuk saling menghargai teman dan guru,” tandasnya.
Di sudut lain lapangan, Ramadan, siswa kelas 10 lainnya, tampak antusias mengikuti setiap tantangan. Meski tubuhnya berkeringat setelah melewati beberapa rintangan, ia mengaku menikmati pengalaman tersebut.
“Seru banget, yang bikin menantang itu pas melangkah kita harus seimbangin badan biar tidak jatuh. Karena saya sudah biasa olahraga jadi tidak terasa lelah, tapi serunya luar biasa,” pungkasnya.



