SUKABUMIUPDATE.com - Kawasan wisata Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, benar-benar berubah menjadi lautan manusia pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026). Ribuan wisatawan dari berbagai daerah terpantau memadati pesisir sejak pagi hingga siang hari, memanfaatkan momentum libur Idulfitri 1447 H.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menyebutkan bahwa meski suasana sangat meriah dan dipadati pengunjung, situasi keamanan secara umum masih terpantau terkendali.
“Pengunjung di Pantai Karanghawu hari ini sangat meriah. Banyak wisatawan berdatangan untuk menikmati suasana pantai bersama keluarga,” ujar AKP Dadi kepada sukabumiupdate.com, Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Bosan Suasana Gunung, Wisatawan Asal Puncak Bogor Rela Tembus Macet 7 Jam Demi Pantai Sukabumi
Bendera Merah dan Batas Aman
Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut (laka laut), Satpolairud bersama tim gabungan melakukan langkah preventif yang ketat. Selain imbauan lisan, petugas telah memasang tanda peringatan fisik di titik-titik rawan.
“Kami sudah memasang batas aman berupa tali dan bendera merah. Hal ini dilakukan agar pengunjung tidak berenang terlalu ke tengah. Kami imbau wisatawan mematuhi instruksi petugas; boleh mandi, tapi cukup di pinggir saja,” tegas Dadi.
Petugas di lapangan juga melakukan patroli jalan kaki secara bergantian guna memastikan kewaspadaan pengunjung tidak kendor meski sedang dalam suasana sukacita liburan.
Baca Juga: Kapolda Jabar Pantau Wisata Pantai Sukabumi, Instruksikan Kapolres: Tak Ada Lagi Korban Laka Laut!
Atensi Kapolda Jabar dan Pengawasan Anak
Terkait kunjungan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, ke lokasi tersebut, AKP Dadi memastikan pihaknya menjalankan instruksi pimpinan dengan maksimal.
“Arahan Bapak Kapolda jelas, kami diminta untuk terus mengimbau masyarakat dan jangan bosan mengingatkan pengunjung terkait keselamatan hingga operasi ini berakhir. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada kejadian menonjol atau laka laut,” ungkapnya.
Namun, AKP Dadi memberikan catatan khusus bagi para orang tua. Mengingat karakter ombak selatan yang dinamis, pengawasan terhadap anak-anak menjadi poin krusial yang tidak bisa ditawar.
“Kami sangat menghimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai dibiarkan bermain sendiri. Belajar dari pengalaman, ada kejadian anak terbawa arus justru saat lepas dari pengawasan orang tua karena asyik membeli kopi atau hal lainnya,” pungkas Dadi.
Hingga sore hari, personel Satpolairud bersama Balawista masih bersiaga penuh di sepanjang garis pantai Karanghawu guna menjamin keselamatan para pelancong.





