SUKABUMIUPDATE.com - Aisyah (48) kini hanya bisa terbaring lemah dengan pandangan kosong. Perempuan warga Kampung Muara Girang RT 03/06, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, ini mengalami gangguan mental sejak pulang dari Kuwait sebagai tenaga kerja wanita (TKW).
Pulang dari Kuwait, Aisyah dalam kondisi kejiwaan yang cukup parah. Menurut pengakuan kedua orangtuanya, Ubed (84) dan Mamah (70), Aisyah adalah korban penyiksaan majikannya saat mengadu nasib sebagai pahlawan devisa negara, menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).
“Mukanya merah, rambut kusut. Aisyah disiksa oleh majikannya, gara-gara memasak makanan,†tutur Mamah kepada sukabumiupdate.com, Jumat (27/1) di rumahnya.
Hingga saat ini kondisi kejiwaan Aisyah masih belum pulih. Perempuan yang sudah tiga kali gagal membangun rumah tangga ini bahkan sempat tak terkendali.
BACA JUGA:
Pengungsi Aleppo di Cicurug: Tidak Ada Masa Depan!
Dua Keluarga Suriah Mengungsi di Cicurug
“Dulu pernah suka keluar rumah sambil mengamuk. Sekarang sudah rada mendingan. Duit habis dipakai berobat,†lanjut Mamah.
Tak hanya hasil kerja Aisyah selama menjadi TKI yang habis, pendapatan kedua orangtuanya sebagai petani pun tersedot untuk biaya pengobatan. Bahkan untuk mengobati gangguan mental Aisyah, keluarga ini sempat mendapat bantuan dari Pemerintah Desa Jambenenggang dan Konsulat Kedutaan Kuwait.
“Ke Jampang, Cibeureum, Goalpara, banyak tempat terapi didatang, bahkan sampai ke Bogor,†tambah Mamah.
Pengobatan pun belum membuahkan hasil, Aisyah lebih suka menyendiri, jarang bicara, bahkan dengan kedua orangtuanya sekalipun. Perempuan yang memiliki tiga orang anak ini bahkan saat ini sering menolak makan, dan lebih memilih menghabiskan waktunya di tempat tidur.
“Anak-anak ikut semuanya semua. Mungkin ia rindu tapi jarang komunikasi jadi kita tidak tahu apa yang dia mau. Anak anaknya sering ke sini tapi Aisyah tetap seperti itu, banyak diam, saya makin khawatir,†pungkasnya.