SUKABUMIUPDATE.com - Walaupun sudah berumur cukup tua, jembatan di Kampung Babakanpendeuy, RT 01/01, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang ambruk, Selasa (24/1) siang, belum lama diperbaiki. Jembatan ini diperbaiki karena pondasi sempat tergerus longsor.
Menurut Ketua RW 01 Kampung Babakanpendeuy, Kusolihin atau biasa disapa mang Kukuh, jembatan ini dibangun tahun 1965. Sejak dibangun jembatan ini beberapa kali mengalami kerusakan akibat tergerus luapan sungai Cileuleuy.
“Dibangun tahun 1965 oleh pemerintah, ada kerusakan di pondasi dan tebing banyak retak, akhirnya baru diperbaiki pada tahun 2013. Bagian pondasi dan pinggir tebing kembali dibeton,†jelas Kukuh kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/1).
Jembatan ini baru berumur empat tahun pasca diperbaiki, namun Selasa sore ambruk setelah digerus luapan sungai Cileuleuy. Setelah ambruk, warga terkejut ternyata jembatan ini dibangun tanpa rangka besi hanya gorong-gorong ukuran besar yang ditimbun dengan tanah kemudian dibeton.
BACA JUGA:
Pembangunan Jembatan Amblas di Parungkuda Dianggarkan dalam APBD II Kabupaten Sukabumi
Jembatan Putus, 6000 KK di Ciambar Kabupaten Sukabumi Sulit Akses
Aksi Heroik Silvia Saat Jembatan Penghubung Parungkuda-Ciambar Kabupaten Sukabumi Ambruk
“Kirain saya jembatan ini banyak pondasi dan rangka besinya. Ternyata lihat sendiri pak, hanya gorong-gorong besar yang ditutupi tanah dilapisi beton. Besi itukanya dibagian atas jembatan untuk penghalang biar yang lewat nggak jatuh ke sungai,†lanjut Kukuh.
Warga berharap jembatan ini segera dibangun kembali. Jembatan ini sangat vital bagi warga, khususnya yang tinggal di sejumlah desa di Kecamatan Ciambar. “Jembatan ini akses cepat warga Ciambar ke pabrik, sekolah dan lainnya. Sekarang warga harus memutar jauh,†pungkasnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani, menegaskan masih menunggu laporan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum. “Kita belum bisa pastikan berapa lama, namun jembatan baru akan dibangun. Masih dihitung apakah di lokasi yang sama atau bergeser, kita hitung semua termasuk kekuatan tanah dibawahnya,†jelas Usman kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/1).
Â