SUKABUMIUPDATE.com - Sejak usia enam tahun, Asep Awaludin (13) mengalami kelumpuhan. Anak pertama pasangan Sopandi (41) dan Wiwin Winarti (32) warga Kampung Cigadog, RT 03/04, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini tetap tegar menghadapi keterbatasan fisiknya.
Bukan hanya merampas keceriaan masa kecilnya, kelumpuhan Asep juga telah merampas haknya untuk bermimpi seperti anak-anak lain seusianya. Tidak pernah tergambar di benak Asep sedikit pun untuk memiliki impian seperti anak kecil seusianya.
“Asep enggak punya cita-cita, Asep cuma ingin meringankan beban keluarga, punya usaha yang bisa asep lakukan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain,†tutur Asep kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/1).
BACA JUGA:
Miris, Kakak Adik Warga Sukasirna Cibadak Kabupaten Sukabumi Dibiarkan Lumpuh
Kakak Beradik Warga Warungkiara Kabupaten Sukabumi Lumpuh Layu
Miris, Sudah Lumpuh dan Kulit Bersisik, Bocah Jampang Tengah Sakit Paru
Anak yang masih tercatat sebagai siswa kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Leweungdatar ini berjuang keras untuk tetap bisa belajar, walaupun sering kali bolos sekolah karena tidak ada yang mendorong kursi rodanya.
Dengan keterbatasannya Asep yang tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu ini, memiliki keinginan mulia meringankan beban orangtuanya, Subandi ayah Asep, hanyalah seorang buruh serabutan di sebuah pabrik sandal di Jakarta.
Sementara Wiwin Winarti, sang ibu, lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, karena harus mengurus Asep dan adik bungsunya, Nur Alima, yang juga alami kelumpuhan. Nur bahkan hampir tak pernah lepas dari gendongan ibunya.
"Mungkin Asep mau belajar potong rambut, buka pangkas rambut di rumah atau buka warung kecil kecilan, biar nanti ibu yang belanja ke pasar dan asep yang jaga warung,†pungkasnya.
