SUKABUMIUPDATE.com - Teka-teki keberadaan Kota Hiroshima 2 di Kampug Pojok, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungkas, Kabupaten Sukabumi, makin terkuak. Kawasan industri, pemukiman serta markas militer tentara Jepang ini ada dalam gambar yang dibuat seorang kakek berusia 98 tahun yang pernah menjadi pejuang cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada awal kemerdekaan.
Purnawirawan TNI ini berpangkat Pelda bernama Endang yang saat ini kesehariannya diisi dengan bertani dan mendokumentasi sisa-sisa bangunan bekas Kota Hiroshima 2. Ada dua gambar ilutrasi mirip lukisan yang sengaja dibuat Endang untuk menunjukkan keberadaan kawasan di tengah perbukitan yang mengelilingi Desa Tegalpanjang itu.
Dalam salah satu gambar tersebut, terlihat jelas bahwa kawasan ini dulunya merupakan sebuah pabrik kina yang dilengkapi dengan sarana dan prasana yang modern untuk masa 1942 hingga 1945 (masa pendudukan Jepang di Indonesia). Pabrik ini dilengkapi sarana transportasi jalan yang baik, untuk hilir mudik kendaraan truk pengangkut bahan baku dan hasil produksi.
Selain itu, ada rel kereta yang juga digunakan untuk kebutuhan angkutan barang. Tak hanya kebutuhan pabrik kina tapi juga perlengkapan perang, karena kawasan tersebut juga dijadikan markas militer. Ada gambar penempatan senjata berat di sekitar lokasi, termasuk sejumlah pesawat tempur Jepang yang terbang rendah.

BACA JUGA:
Tentara Jepang Pernah Bangun Hiroshima 2 di Desa Tegalpanjang Cireunghas Kabupaten Sukabumi
“Ada landasan pacu untuk pesawat. Ada bengkel militer dan tempat persembunyian di atas bukit, gua-gua yang dilengkapi senjata berat,†jelas Endang yang ditemui sukabumiupdate.com, Minggu (22/1), di rumahnya Kampung Panyawungan RT 02/03, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Endang paham kawasan tersebut karena ditugaskan TNI mengawasi dan menjaga wilayah tersebut, mulai dari Sukaraja hingga Perbatasan Cianjur. Ia menceritakan gambar ini sengaja dibuat pada tahun 2012 silam. Digambar oleh cucunya yang masih sekolah atas cerita dan petunjukkan langsung dari Endang.
“Saya ingin keberadaan Kota Militer Hiroshima 2 tetap abadi. Makanya minta cucu gambar, tapi saya yang ngarahin, ini itunya kan saya yang tahu,†tutur Endang.
Lahan seluas kurang lebih sepuluh hektar tersebut menurut Endang, dulunya dijaga ketat oleh tentara Jepang. “Susah mau masuk, warga di sini juga hanya bisa liat dari jauh, kecuali yang diajak bekerja di kota itu,†lanjut Endang.
Jepang menurut Endang, sangat serius membangun kawasan tersebut bahkan areal perbukitan sengaja dipapas untuk jalan masuk dan keluar pesawat. Sayangnya peninggalan tersebut hancur seiring dengan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
