SUKABUMIUPDATE.com - Jika di jalur Utara ada perlintasan rel kereta api (KA) Cicurug dan Jembatan Pamuruyan Cibadak, di bagian Barat Kabupaten Sukabumi ada Jembatan Sukaraja yang sama-sama menjadi biang kemacetan lalu lintas di jalur nasional tersebut.
Jembatan Sukaraja lebih pendek dibandingkan Pamuruyan, namun dampaknya hampir sama, membuat antrian kendaraan yang memanjang, kadang kala hingga satu kilometer, baik dari arah Sukabumi maupun Cianjur.
Masalah utama di jembatan ini adalah buruknya kondisi aspal sehingga membuat kendaraan harus melintas dengan sangat hati-hati, terutama angkutan berat. Jembatan dengan 30 meter dan lebar kurang lebih 8 meter ini dipenuhi lubang dan bergelombang.
“Udah sering diperbaki oleh PU, tambal sulam. Nggak tahu nambalnya pakai aspal ap. Paling kuat satu minggu kalau musin hujan aspal di jembatan ini rusak lagi,†ungkap Yuda (40), warga yang berjualan di kawasan pertokoan pinggir Jembatan Sukaraja kepada sukabumiupdate.com, Minggu (22/1).
BACA JUGA:
Empat Kali Masuk Bui Residivis Ranmor Diamankan Polres Sukabumi
Wawan Tewas Terjepit Pohon Pisang di Cicurug Kabupaten Sukabumi, Ini Permintaan Keluarga ke Polisi
Operasi Cipta Kondisi Polres Sukabumi Kota Jaring Kendaraan Roda Dua Tanpa Dokumen
Kerusakan aspal di Jembatan Sukaraja juga cukup parah, mungkin karena sering dilintasi truk over tonnage, seperti pengangkut pasir. Ada lubang yang kedalamannya sepuluh sampai 20 cm, dengan diameter 20-50 cm.
“Kalau udah macet karena truk jalan pelan pas lewat jembatan, capek pak,†ungkap salah seorang sopir angkutan umum, Yayat (37) yang sering melintasi jembatan tersebut.