Dinkes Kabupaten Sukabumi: Tak Ada Kesalahan SOP dalam Kasus Kematian Bocah Cibadak Usai Imunisasi

Jumat 20 Jan 2017, 22:07 WIB
Dinkes Kabupaten Sukabumi: Tak Ada Kesalahan SOP dalam Kasus Kematian Bocah Cibadak Usai Imunisasi

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi langsung merespon kabar kematian bocah berusia enam bulan di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, setelah menjalani imunisasi. Tim investigasi pun diterjunkan untuk menggali data terkait kasus meninggalnya Ahmad Akil Sani.

"Tadi tim sudah ke lokasi untuk lakukan investigasi. Apakah ada kesalahan SOP (standard operational procedure-red) atau tidak," ujar Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P), Harun Alrasyid, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (20/1).

BACA JUGA:

Usai Imunisasi, Bocah Cibadak Kabupaten Sukabumi Meninggal Dunia

Kadinkes Kabupaten Sukabumi Dituntut Mundur dalam Waktu 1 x 1.440 Jam

Kondisi Terkini Balita Gizi Buruk Warga Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi

Menurut Harun, hasil pemeriksaan di lapangan tidak ditemukan adanya indikasi kesalahan SOP saat imunisasi yang dilakukan bidan desa. Semua tahapan sesuai SOP sudah ditempuh sebagaimana mestinya.

"Kami menduga, penyebab kematian korban ini akibat air muntah yang masuk kembali ke tubuh dan ke paru-paru. Bila air masuk ke paru-paru, otomatis saluran pernafasan terganggu," jelasnya.

Terkait persoalan ini, Harun mengaku telah dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Tim telah mendatangi kediaman korban. "Jadi intinya, hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya kesalahan SOP," singkatnya.

Editor :
Berita Terkini