SUKABUMIUPDATE.com - Aksi damai Gerakan Reformis Islam (Garis) dan LSM Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi (Kompak), di Kantor Imigrasi Kelas II, Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Senin (16/1) kemarin, mendapat tanggapan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim), Ferizal.
Ferizal mengakui adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang tidak mendukung operasional keimigrasian di lapangan. “Kami tidak menyangkal itu, namun kami tetap serius dalam melaksanakan tugas dan bukan menjadi alasan untuk tidak melaksanakan tugas,†kata Ferizal kepada sukabumiupdate.com.
BACA JUGA:
Banyak TKA Ilegal, Massa Ancam Sweeping 900 Perusahaan di Sukabumi
Banyak TKA Ilegal, Kinerja Imigrasi Sukabumi Dinilai Lemah
Waspada, TKA Tiongkok Incar Mata Pencaharian Warga Kabupaten Sukabumi
Ferizal menambahkan jumlah warga negara asing (WNA) yang saat ini dalam pengawasan Kantor Imigrasi Sukabumi sebanyak 152 ribu orang. Jumlah tersebut tersebar di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kota Sukabumi.
“Berbagai macam kegiatan mereka (WNA) di antaranya bekerja, sekolah dan ikut keluarga,†jelasnya.
Masih menurut Ferizal, staf di Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi hanya berjumlah hitungan jari. Mengawasi ratusan ribu WNA di tiga wilayah tentu saja bukan perkara mudah.
“Makanya kita sempat membentuk komunitas di tingkat kecamatan untuk ikut menjadi pengawasan bagi WNA yang ada di lingkungan masing-masing,†pungkasnya.









