SUKABUMIIPDATE.com - Jalan hidup RUS alias Dona alias Mia (28), penuh cerita sedih dan berliku. Bayangkan saja, saat masih berumur lima tahun, Dona kecil harus menyaksikan perceraian kedua orang tuanya, OJ (63) dan JJ (59).
Anak bungsu dari dua bersaudara ini, lahir pada tanggal 27 Oktober 1989, dan menghabiskan masa remaja di Kampung Pondokbeureum, Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
“Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dona ikut ibunya yang memilih berjualan makanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,†tutur sang paman, Sudaryat (55) saat sukabumiupdate.com berkunjung ke rumahnya, Senin (16/1).
Dona pun tumbuh sebagai anak broken home. Ia drop out dari salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut. Alhasil, Dona remaja hanya mengenyam pendidikan hingga kelas satu SMP, atau hanya memegang ijazah sekolah dasar.
Sejak enam belas tahun silam, atau saat usianya baru menginjak 12 tahun, Dona sudah memulai petualangan mencari nafkah untuk meringankan beban sang ibu. “Petama kali ikut uwaknya ke Jakarta, mencoba bekerja menjadi pramuniaga di konter telepon seluler di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat,†lanjut Sudaryat.
Dua tahun kemudian, Dona memilih pindah kerja ke sebuah toko pakaian, masih di wilayah Jakarta. Saat bekerja di toko pakaian itulah Dona mendapat tawaran bekerja sebagai pelayan cafe dan restoran di Batam, Kepulauan Riau.
“Nah baru enam bulan di Batam, Dona memberitahu ibunya bahwa ia mau mencoba peruntungan di Pontianak. Kepada keluarga pun ia mengaku akan bekerja di café dan restoran,†ungkap pria ini lebih jauh.
BACA JUGA:
Biker Perempuan Bugil di Bandara Pontianak Warga Kabandungan Kabupaten Sukabumi
Keluarga Minta Dona Biker Bugil di Pontianak Segera Dipulangkan ke Sukabumi
Karena pihak keluarga tahunya gadis berambut hitam panjang ini bekerja restoran, makanya keluarga besar Dona di Kabandungan langsung shock, ketika mendapati kabar bahwa Dona telah membuat heboh jagat maya, mengendarai sepeda motor dalam keadaan tanpa busana.
Aksi nyeleneh Dona pun viral di sosial media, dan menjadi santapan banyak media massa nasional. Di mana pada Minggu (15/1) siang, pukul 12.45 WIB, Dona mengendari sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam kelir abu-abu dengan nomor polisi KB 5925 NU, dalam kondisi tanpa busana. Aksi bugilnya tersebut dilakukan di Jalan Jend. Ahmad Yani, kawasan Bandara Internasional Supadio, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Disinyalir, aksinya tersebut dilakukan dalam pengaruh narkotika.

“Sama sekali tak menyangka, terakhir pulang dia tetap anak manis seperti dulu, tidak menunjukkan tanda-tanda aneh,†ujar sang ibu, JJ sambil terisak.
Menurut JJ, sebelum berangkat ke Pontianak, Dona memang sempat pulang ke Kabandungan selama empat hari. Saat itu, kepada JJ, Dona bercerita jika ia sering diganggu mahluk halus.
“Dia bilang, tempat kosnya angker dan seram. Katanya dia sering diganggu mahluk halus, bahkan sampai pernah bermimpi didatangi, lalu dikasih bingkisan berisi ular besar. Jadi katanya mau cepat-cepat pindah tempat kos,†ungkap JJ.
Lebih jauh JJ menjelaskan, selama tiga tahun pertama, Dona bekerja di sebuah butik di kota yang populer dengan Monumen Kathulistiwa tersebut. Namun setelahnya, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti, apa pekerjaan Dona sesungguhnya.
BACA JUGA:
Ini yang Dilakukan Polsek Kalapanunggal Soal Dona Biker Bugil dari Sukabumi Ditangkap di Pontianak
Soal Biker Perempuan Kabandungan Bugil di Bandara Pontianak, Ini Kata Sekda Kabupaten Sukabumi
Kini, JJ terlihat begitu shock dan hanya bisa menangis seraya mengucap istighfar berulang kali, setelah melihat foto-foto anak gadisnya yang telah membuat malu keluarga itu.
"Saya jadi ingat waktu Mia (panggilan sayang JJ kepada RUS-red) pulang. Dia bilang, kalau ia tidak pernah mendapat kasih sayang dari bapak kandungnya. Lalu saya bilang, ya sudah, kalau gitu temui bapak sana," pinta JJ kepada Dona.
Sepulang dari rumah bapaknya, gadis itu terlihat bahagia. Menurut cerita Mia kepada sang ibu, saat itulah bapaknya untuk kali pertama dalam hidupnya, mengusap-usap dan memegang kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Mia menceritakan itu kepada saya sambil menangis," terang JJ sembari terus mengusap air matanya.
JJ juga menjelaskan, jika sejak Mia kecil, ia senantiasa mendidik anak gadisnya itu agar menjadi anak yang shaleha. "Saya didik dia supaya rajin shalat. Makanya saya nggak nyangka kalau Mia akan seperti ini. Mia, pulang. pulang aja, Mia," JJ tidak melanjutakan ceritanya, ia kembali menangis.
