Warga Nyalindung Resah, Babi Hutan Rusak Lahan Pertanian

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Warga Nyalindung Resah, Babi Hutan Rusak Lahan Pertanian

SUKABUMIUPDATE.COM - Serbuan babi hutan ke sejumlah lahan pertanian milik warga di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi akhir akhir ini makin mengkhawatirkan. Sejumlah kebun pertanian palawija dan padi dikabarkan gagal panen akibat dirusak kawasan babi hutan yang diduga turun gunung akibat kelaparan.

Asep Majmudin, petani di Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung mengaku mengalami kerugian cukup besar karena lahan perkebunannya rusak parah karena serbuan babi hutan. “Kebun jagung dan singkong saya sejak beberapa minggu ini selalu rusak oleh babi hutan. Mereka turun banyak dan langsung masuk ke kebun,” jelas Asep kepada sukabumiupdate.com, Senin (3/10).

Para petanipun sudah beberapa kali melakukan pengusiran dengan cara tradisional, memelihara anjing atau menggunakan bunyi bunyian, namun sulit kawasan babi hutan ini selalu datang kembali ke kebun warga. “Pernah sekali masuk ke kebun ada 12 ekor, diusir biasa sulit, pakai senapan angin biasa tidak bisa,” lanjut Asep.

Asep dan petani di Nyalindungpun mengundang kelompok berburu dari komunitas Trigger Shooting Club Sukabumi untuk mengusir kawanan babi hutan ini. "K awanan babi hutan bergerombol pada sore sampai malam hari. Para petani dibuat resah karena babi hutan selalu merusak tanaman mereka,"kata Ketua Bidang Buru di Trigger Shooting Club Sukabumi,  Budi Setiawan, Senin (3/10).

Budi Setiawan dan sejumlah rekannya berhasil membunuh induk dari kawasan babi hutan yang merusak lading pertanian warga, dengan berat lebih dari 150 kilogram. “Kita hanya memburu indukanya. Jika indunya mati, maka anak anaknya akan kabur kembali ke hutan dan gunung habitat aslinya,” jelas Budi.

Editor :
Berita Terkini