Rekannya Dipukuli Oknum Tentara, Kontributor Net TV Sukabumi Gelar Aksi Tutup Mulut

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Rekannya Dipukuli Oknum Tentara, Kontributor Net TV Sukabumi Gelar Aksi Tutup Mulut

SUKABUMIUPDATE.COM - Protes dengan aksi kekerasan yang menimpa rekannya di Madiun, kontributor Net TV Sukabumi, Panji Apriyanto (31) menggelar aksi protes seorang diri depan Markas Kodim (Makodim) 0607 Sukabumi. Panji menutup mulut dengan lakban hitam sebagai bentuk pembungkaman terhadap informasi dengan cara kekerasan yang masih terjadi di Indonesia.

“Saya prihatin bukan semata karena yang jadi korban dari Net TV Madiun, sebelumnya juga di Medan juga terjadi aksi kekerasan terhadap jurnalis dilakukan oleh aparatur negara yaitu oknum TNI. Ini aksi keprihatinan, stop aksi aksi kekerasan terhadap kemerdekaan informasi dan demokrasi,” tegas Panji kepadasukabumiupdate.com, Senin (3/10).

Dalam aksi ini Panji dikawal oleh sejumlah rekan rekannya dari Sukabumi Jurnalis Forum (SJF). “Ini bukan aksi Panji, tapi bentuk keprihatinkan kami semua di SJF, dan dalam kasus ini bentuk solidaritasnya adalah aksi diam dan tutup mulut, yang merupakan ancaman terhadap demokrasi di Indonesia,” ungkap salah seorang anggota SJF, Kontributor Kompas TV, Andres Muchtar.

Sementara itu, Antara Senin ini memberitakan Manajemen NeT TV resmi melaporkan oknum TNI AD yang menganiaya kontributornya saat meliput konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam perayaan 1 Suro ke Detasemen Polisi Militer di Madiun, Jawa Timur, Minggu malam.

Rombongan NET TV yang dipimpin oleh Kepala Biro Jawa Timur NET TV Mustika Muhammad bersama korban Sony Misdananto mendatangi Markas Denpom Madiun sekitar pukul 23.30 WIB.

Rombongan juga didampingi oleh perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri dan sejumlah wartawan Madiun yang tergabung dalam Forum Wartawan se-Eks Keresidenan Madiun (FWM).

Rombongan diterima langsung oleh Komandan Denpom V/1 Madiun Letkol CPM Moh Sawi. Hadir juga dalam pelaporan tersebut Komandan Yonif Para Raider 501, Wakil Komandan Yonif Para Raider 501, dan Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Condro Purnomo.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan tindak kekerasan terhadap wartawan tersebut ke Dewan Pers karena perbuatan kekerasan yang dilakukan anggota TNI kepada jurnalis melanggar Undang-Undang Pers.

Setelah diterima oleh Komandan Denpom V/1 Madiun Letkol CPM Moh Sawi, rombongan tersebut langsung masuk ke ruang komandan untuk menyampaikan laporan sekaligus pembuatan berita acara pemeriksaan.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri Adnan Subagyo menyatakan sangat mendukung upaya yang ditempuh oleh manajemen NET TV. "Upaya jalur hukum ini agar peristiwa kekerasan oleh oknum TNI kepada jurnalis tidak terulang," kata Adnan.

Sony dipukul hingga lebam dan memar di pipi kiri bagian bawah. Tak hanya itu, ia juga ditendang dan peralatan liputannya berupa kamera dan memori kartu juga 

Editor :
Berita Terkini