SUKABUMIUPDATE.COMÂ - Sebagai etalasenya produk lokal, gerai milik Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi, memajang dan menjual produk-produk kebutuhan rumah tangga seperti kursi dari akar pohon, lampu hias, lukisan kaligrafi, peralatan dapur berbahan baku kayu, hingga cemilan enak yang bergizi khas Sukabumi.
Tidak hanya itu, batik Sukabumi, pisau sangkur, borgol, samurai, hingga pisau dapur juga tersedia. Semua produk tersebut merupakan buah karya perajin dari seluruh kecamatan. Dari 47 kecamatan yang ada di Cisaat, Kadudampit, dan Sukaraja merupakan penghasil produk kerajinan terbanyak.
"Ada ratusan produk lokal tersedia di sini. Kualitasnya bagus dan harganya kompetitif," terang Penanggungjawab gerai Dekranasda Yeni Agustiani kepada sukabumiupdate.com, Kamis (18/8).
Di gerai tersebut saat ini, terdapat sekitar 68 item produk makanan dan minuman alami, serta 60 jenis produk hiasan rumah. Namun, ada satu produk unggulan yang kini mulai diminati konsumen dan diincar oleh daerah lain yakni, kerajinan pipa plastik yang dikreasi dengan cara dibakar, karya salah satu home industry dari Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat.
"Bahannya dari pipa yang biasa digunakan untuk saluran air. Namun, setelah dikreasikan menjadi hiasan rumah yang bernilai jual tinggi, ternyata menjadi sebuah produk yang sukses merebut hati konsumen," ujar Yeni.

Suasana di Gerai Dekranasda.Â
Sejak didirikan tujuh tahun lalu, gerai yang menampung produk kerajinan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) ini, gencar melakukan pembenahan baik manajemen internal maupun strategi promosi yang selama ini dianggap kurang greget.
Langkah konkret yang dilakukan Dekranasda saat ini, adalah terus menerus mempromosikan produk-produk unggulan asli Sukabumi yang memiliki kualitas tidak kalah dengan produk UKM dari Bali.
Sadar jika produk yang dipasarkan bukan kebutuhan primer, Dekranasda Kabupaten Sukabumi yang saat ini diketuai Yani Jatnika Hamami, fokus berpromosi di media sosial seperti facebook, instagram, dan media out door seperti billboard di perbatasan antara Sukabumi-Bogor, dan Sukabumi-Cianjur.
Selain itu, promosi via media publik pun rajin dilakukan, termasuk mengikuti berbagai bazar di tingkat nasional. Hal ini dilakukan agar keberadaan UKM Sukabumi semakin berkembang dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sehingga, meskipun bukan kebutuhan primer, konsumen yang datang ke gerai yang berlokasi di Komplek Gelanggang Olahraga Pemuda Cisaat, Kecamatan Cisaat ini, tidak pernah sepi pengunjug. Omzet 30 juta rupiah pun berhasil diraih setiap bulannya.
Disinggung mengenai potensi UKM di Sukabumi, Yeni membaginya menjadi dua kategori. Pertama, UKM yang sudah layak dan bernilai dijual, dan kedua, UKM yang masih perlu pembinaan. Menurutnya, sebagian besar UKM di Sukabumi masih memerlukan pembinaan.
"Ini menjadi tantangan bagi kami agar semua UKM yang ada bisa memiliki nilai jual tinggi," pungkas perempuan berparas ayu ini. (adv)
Â
