SUKABUMIUPDATE.COM - Ribuan warga Desa Nagrakjaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terpaksa harus merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia di lokasi bencana alam yakni tanah retak yang hingga kini masih terus terjadi.
"Di desa ini warga yang terdampak bencana pergerakan tanah tersebut sebanyak 1.236 jiwa dari total 2.750 jiwa," kata Sekertaris Desa Nagrakjaya, Kecamatan Curugkembar, Sugianto kepada sukabumiupdate.com, Rabu (17/8).
Menurutnya, dalam perayaan kemerdekaan ini tidak ada yang meriah, karena warga tengah berduka atas kejadian bencana yang terus terjadi hampir sebulan teakhir ini.
Namun, untuk memaknai kemerdekaan ini warga khususnya korban bencana lebih meningkatkan gotong royong.
Hingga saat ini, warga dan petugas dari desa setempat masih fokus terhadap pasokan logistik untuk kebutuhan korban seperti beras dan mie instan serta barang lainnya.
Namun demikian, jika kondisi daerahnya sudah benar-benar dinyatakan aman, warga pun ingin melakukan berbagai perayaan di hari kemerdekaan ini dengan cara yang lebih bermanfaat dan menghibur.
"Karena kami sedang berduka, sehingga untuk perayaan seperti di daerah lain tidak bisa kami lakukan. Namun, untuk memaknai kemerdekaan, kami meningkatkan gotong royong antarwarga," tambahnya.
Sugianto berharap di hari kemerdekaan ini, Pemkab Sukabumi segera mengeluarkan kebijakan untuk relokasi, agar warga tidak menunggu lama atau akhirnya memilih mendirikan bangunan lagi di daerah zona merah atau terdampak bencana.
Sementara, Kepala Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Atep Maulana mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan bantuan untuk dikirim ke lokasi bencana pergerakan tanah di Kecamatan Curugkembar.
Selain itu, dalam kegiatan merayakan HUT Kemerdekaan ke-71 RI ini, pihaknya juga akan melakukan pengobatan gratis untuk warga korban bencana.
