Air Sawah Tersumbat, Petani Cisaat Sukabumi Temukan Mayat Bayi Laki-laki di Selokan
Saksi mendapati benda aneh yang diduga menghambat saluran air.
Saksi mendapati benda aneh yang diduga menghambat saluran air.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.
Bayi mengalami gangguan pernapasan dengan gejala pada tarikan dinding dada.
Dua penemuan bayi ini menyisakan luka batin yang lebih dari berita kriminal.
Iqsan mengatakan bayi ini memiliki berat 2,6 kilogram dan panjang 48 sentimeter.
Ade Sudrajat, Ketua RT mengatakan bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pemulung dan pedagang bubur kacang, dan langsung melaporkan ke warga setempat.
Marbut akan masuk ke dalam masjid untuk persiapan salat subuh.
Bayi ini telah meninggal dunia sejak tiga hari sebelum ditemukan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi.
Mayat bayi di Muara Cikaso Sukabumi ini ditemukan seorang nelayan (penjala) ketika mencari kayu bakar.
Satu jasad bayi laki-laki ditemukan mengambang di Sungai Curug Caci Kota Sukabumi dan satu lainnya di wilayah pesisir Pantai Muara Cikaso.
J selanjutnya melaporkan penemuan Jasad Bayi di Muara Cikaso Sukabumi ini ke Polsek Tegalbuleud.
Pasangan ini menikah agama pada 19 Mei 2024 lalu tinggal di rumah kontrakan.
Polisi ungkap kronologi penemuan bayi laki-laki bergelang hitam di Ciemas Sukabumi. Diduga pelaku menempatkan bayi itu untuk terbebas dari pemeliharaan anak.
Berikut cerita dari warga Ciemas Sukabumi soal penemuan bayi laki-laki bergelang hitam di belakang rumah.
Bermula dari suara tangisan, warga digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki bergelang hitam tergeletak di atas bale rumah di Ciemas Sukabumi.
Mayat bayi dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta untuk diautopsi.
Duduh menyebut bayi telah diserahkan kepada keluarga dan akan diurus oleh adik YS.
Penyerahan dilakukan Kepala Puskesmas Gunungguruh dr Imanuel kepada keluarga.
Ditangkapnya terduga pelaku berawal dari informasi warga kepada kepolisian.