Pembacokan 2 Pelajar di Nagrak Berakhir Damai, Diversi Dijadwalkan di Polres Sukabumi
Kesepakatan damai menjadi dasar untuk menempuh proses diversi di Polres Sukabumi sebagai bentuk penyelesaian perkara anak melalui pendekatan restorative justice.
Kesepakatan damai menjadi dasar untuk menempuh proses diversi di Polres Sukabumi sebagai bentuk penyelesaian perkara anak melalui pendekatan restorative justice.
Kedua korban mengalami luka serius di bagian kepala dan kini menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi. Polisi disebut masih mendalami kasus pembacokan.
Dua pelajar SMK Negeri di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar lain saat pulang sekolah di kawasan Jembatan Leuwigoong, Cibadak, Jumat (8/5/2026). Kedua korban mengalami luka serius.
Kapolres Sukabumi menegaskan tidak akan mentolerir aksi kekerasan yang melibatkan pelajar, terutama yang menggunakan senjata tajam, para pelaku dijerat pasal berlapis.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh pelaku yang diamankan masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Mereka adalah MFN (17), RSM (16), DSP (17), MAP (17), dan FI (18).
Keluarga korban menyesalkan sikap keluarga terdakwa yang tidak beritikad baik.
Dalam sepekan terakhir, sukabumiupdate.com mencatat ada empat kali pembacokan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Aksi pelajar menyerang pelajar dengan senjata tajam kembali terjadi, tindakan brutal itu terjadi di Warungkiara , Kabupaten Sukabumi.
Siswa SD ini menjadi korban dugaan pembacokan di depan SMPN 3 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Solihin meminta sekolah dan guru di Sukabumi terus memantau, mengawasi, dan menjaga keamanan maupun keselamatan peserta didik.
Kakak korban, Angga Saputra, menceritakan secara singkat kepribadian adiknya yang menjadi korban dugaan pembacokan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi M Sodikin mengungkapkan belasungkawa atas kasus pembacokan tersebut.
Ada lima terduga pelaku dalam kasus pembacokan pelajar di Baros, Kota Sukabumi.
Pelajar korban pembacokan di Sukabumi ini mengalami empat luka bacok pada punggung dan ibu jari tangan kiri.
Dugaan pengeroyokan dan penganiayaan ini berawal saat kedua korban sedang bermain game online di Kelurahan/Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.