Lonjakan Wisata ke Geopark Ciletuh Sukabumi, Puluhan Kendaraan Kesulitan di Puncak Dini
Arus Wisata Lebaran 2026 ke Geopark Ciletuh Meningkat, Puluhan Kendaraan Tidak Kuat Menanjak di Puncak Dini.
Arus Wisata Lebaran 2026 ke Geopark Ciletuh Meningkat, Puluhan Kendaraan Tidak Kuat Menanjak di Puncak Dini.
Melihat ancaman nyata geliat investasi di delapan kawasan CPUGGp Sukabumi yang dianggap dapat merusak ekosistem dan status Geopark sebagai cagar budaya, ekosistem dan warisan alam yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.
Kedua asesor UNESCO terlibat langsung dalam berbagai kegiatan lokal.
Curug Sodong dikenal sebagai salah satu daya tarik utama di kawasan Ciletuh.
Air Curug Sodong bersumber dari tiga aliran sungai.
Kabupaten Sukabumi tengah bersiap menghadapi ujian penting di mata dunia. Status prestisius UNESCO Global Geopark (UGGp)
Sambutan dan pembukaan rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp, Aat Suwanto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp)
Pemerintah daerah optimistis target ini dapat tercapai.
Seiring dengan resminya penyerahan fasilitas publik Alun-alun Gadobangkong dari Pemprov Jabar ke Pemkab Sukabumi. Dinas Pariwisata berencana menambah fasilitas di Alun-alun Gadobangkong untuk kreativitas dan wisata bahari.
Masuk zona Geopark Ciletuh CPUGGp, objek wisata Leuwi Kenit di Ciracap Sukabumi kini mati suri.
Sementara ini objek wisata Curug Cimarinjung tetap dibuka seperti biasa.
Erus menyebut terdapat 42 mobil matik yang sulit melintasi tanjakan Puncak Dini.
Ada beberapa tempat menarik di Pantai Cikadal seperti hutan mangrove.
Dalam upaya mempromosikan keindahan alam di kawasan CPUGGp, Dispar Kabupaten Sukabumi siap gelar Geopark Ciletuh Run 2024.
Sampah di sepanjang Pantai Palangpang merupakan sampah kayu dan bambu.
Pemkab Sukabumi sudah menetapkan harga tiket baru masuk ke Curug Sodong.
Dermaga jetty dibangun PT MKK, perusahaan pertambangan batu andesit dan pasir.
Larangan wisata ini karena kedua tempat itu masuk wilayah Cagar Alam Cibanteng.
Penutupan kegiatan wisata ini mulai dilakukan pada 1 Januari 2024.