SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan nelayan di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mendesak pemerintah segera membangun dermaga untuk bersandar perahu. Selama ini, para nelayan terpaksa memanfaatkan dermaga bekas perusahaan tambang yang kondisinya sudah tidak ideal.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tegalbuleud, Deri, mengungkapkan bahwa keberadaan dermaga resmi di pesisir pantai Tegalbuleud menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir. "Tentu sangat dibutuhkan sekali adanya dermaga," tegas Deri kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Kasus Guru Ngaji Cabul di Nyalindung, DP3A Sukabumi Terjunkan Tim Dampingi Korban
Deri menambahkan, saat ini memang sedang berlangsung proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di pesisir pantai Desa Buniasih Tegalbuleud. Namun, proyek tersebut tidak mencakup fasilitas dermaga.
Sekjen HNSI Tegalbuleud, Hadiji menambahkan bahwa data aktivitas perikanan di wilayahnya. Berdasarkan data tahun 2022, jumlah nelayan di Kecamatan Tegalbuleud diperkirakan mencapai 800 orang, dengan jumlah perahu bahan fiber berkisar antara 100 hingga 150 unit.
Baca Juga: Waketu DPRD Kota Sukabumi dari PDIP Turunkan Foto Wapres Gibran Buntut Putusan MK soal Ijazah
Terbatasnya fasilitas membuat ratusan armada perahu itu tidak terkonsentrasi di satu titik, tersebar di beberapa lokasi tambat labuh. Selain memanfaatkan dermaga eks tambang PT SBP, para nelayan selama ini menyandarkan perahu mereka di area Jalan Baru Tegalbuleud, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sinarbakti Buniasih, serta Muara Keusik Urug Buniasih.
Para nelayan berharap pihak terkait segera menganggarkan dan merealisasikan pembangunan dermaga permanen demi menunjang keselamatan serta kelancaran aktivitas melaut mereka.
















