SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) bergerak cepat merespons insiden kecelakaan maut sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga di jalan provinsi ruas Waluran–Tamanjaya–Palangpang, kawasan Hutan Lindung Cipeucang, perbatasan Desa Tamanjaya dan Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Kamis (24/9/2026) sore tersebut menewaskan satu orang pengendara berinisial An (45). Sementara dua penumpang lainnya, yakni Ris (30) dan Nur (14), mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Jampangkulon.
Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah IV DBMPR Jabar, Entis Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk segera mendampingi dan membantu para korban.
"Barusan ada respons langsung dari Pak Gubernur melalui Dinas Bina Marga, 'tolong dibantu'. Jadi insyaAllah saya akan mendampingi sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Jawa Barat yang terkena musibah," ujar Entis kepada sukabumiupdate.com, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Ayah Meninggal, Kecelakaan Satu Keluarga Masuk ke Jurang di Ciemas Sukabumi
Pria yang akrab disapa Conan tersebut menambahkan, pihaknya langsung mendatangi RSUD Jampangkulon untuk memastikan penanganan medis para korban berjalan lancar.
"Untuk merespons atas nama bentuk kepedulian sosial dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lewat birokrasi semua diurus, untuk biayanya di tanggung," tuturnya.
Entis bersama Camat Waluran saat menjenguk korban kecelakaan. | Foto: Istimewa
Bawa Tiga Karung Beras dan Rem Blong
Lebih lanjut Entis mengungkapkan bahwa sepeda motor jenis matik Honda Beat (F 4786 FEI) yang dikendarai korban diduga mengalami kelebihan beban (overload) serta kendala teknis pada sistem pengereman.
Menurutnya, sepeda motor yang mengalami kecelakaan tersebut membawa dua penumpang selain pengendara serta tiga karung beras. Kondisi itu menurutnya membuat beban kendaraan cukup berat.
"Kronologinya itu memang karena kendaraannya itu mungkin sudah over kapasitas bebannya. Dua orang di belakang, lalu di depan membawa beras. Sepertinya beras dari pembagian, sebanyak tiga karung," ujar Entis.
"Jadi motornya motor matik, lalu remnya kurang berfungsi dengan baik. Nah, akhirnya jadi tidak terkendali," tambahnya.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, kecelakaan terjadi saat sepeda motor melintasi ruas jalan yang sedang dalam proses perbaikan. Motor kemudian terperosok ke jurang sedalam sekitar tujuh meter.
Entis menegaskan, pekerjaan perbaikan jalan di lokasi telah dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai prosedur Operasional Standar (SOP).
"Padahal kalau di lokasi proyeknya sendiri sudah sesuai dengan prosedur. Mulai dari rambu-rambu, terus semuanya sudah komplit," jelasnya.
Ia kemudian meminta kecelakaan tersebut tidak serta-merta dikaitkan dengan pekerjaan proyek jalan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kecelakaan terjadi setelah kendaraan mengalami kendala dan kehilangan kendali.
Baca Juga: Maut di Rel Kereta Api, 15 Perlintasan Resmi di Jalan Kabupaten Sukabumi Tanpa Petugas Jaga
Korban Hendak Pulang Usai Ambil Bansos Pangan
Kepala Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Neji Jaenudin alias Kades Bewok, mengonfirmasi bahwa korban Ris (30) dan Nur (14) merupakan warganya dari Kampung Pasirhuni.
Neji menjelaskan, saat kejadian Ris baru saja mengambil bantuan sosial (bansos) beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
"Pada kemarin sore Ris salah satu penerima manfaat bansos pangan berupa beras. Dia mendapatkan beras periode bulan Juli, Agustus dan September sebanyak tiga kantong, per kantong 10 kilogram," kata Neji.
Beras sebanyak tiga kantong tersebut kemudian dibawa dalam perjalanan bersama suaminya, AN, sebelum Ris melanjutkan perjalanan menuju Desa Mandrajaya.
Namun, saat melintas di kawasan Hutan Cipeucang, sepeda motor yang ditumpangi Ris bersama suami dan anaknya itu mengalami kecelakaan.
Saat ini, Ris dan anaknya, Nur, masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Jampangkulon.
Neji mengatakan pemerintah desa bersama pihak kecamatan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengupayakan pembiayaan perawatan melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI).
"Kondisi saat ini sedang ditangani pihak medis RSUD Jampangkulon. Karena keadaan ekonomi keluarga tidak mampu, masuk desil 2, kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan pihak RS, mengupayakan pembiayaan melalui KIS PBI," ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons cepat Pemprov Jabar dalam musibah yang menimpa warganya ini.
"Alhamdulillah ada respons dari Gubernur KDM melalui Dinas Bina Marga untuk membantunya," pungkasnya.















