Pria yang Tewas Tergantung di Pabuaran Sukabumi Diduga Alami Depresi Pascacerai

Sukabumiupdate.com
Rabu 22 Jul 2026, 17:07 WIB
Pria yang Tewas Tergantung di Pabuaran Sukabumi Diduga Alami Depresi Pascacerai

Ilustrasi jenazah. (Sumber Foto: Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com – Dugaan depresi pascacerai mengemuka dalam kasus pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya di Kampung Cijulang, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/7/2026).

Korban diketahui sempat mendapatkan pendampingan dari petugas kesehatan akibat gangguan kejiwaan yang dialaminya.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban mengalami perubahan kondisi psikologis setelah berpisah dengan istrinya beberapa tahun lalu.

Menurut Ade, korban yang berstatus duda dan memiliki seorang anak itu sempat mendapat kunjungan serta penanganan dari petugas Puskesmas Pabuaran karena mengalami gangguan kejiwaan.

"Korban pernah dikunjungi petugas dari Puskesmas Pabuaran karena mengalami gangguan jiwa setelah bercerai. Selama kurang lebih tiga tahun kondisinya kadang normal, kadang kambuh. Setelah perceraian itu kondisinya memang semakin parah. Diduga mengalami depresi," ujar Ade Firman kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Berenang Sepulang Sekolah, Bocah 14 Tahun Tenggelam di Sungai Cibala Perbatasan Sukabumi-Cianjur

Sebelumnya, warga Kampung Cijulang digegerkan dengan penemuan korban yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang plastik di dalam kamar rumahnya sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yang baru pulang dari kebun mencari rumput. Saat tiba di rumah panggung berukuran sekitar 8 x 5 meter tersebut, sang ibu mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Mendapat laporan dari warga, unsur Forkopimcam Pabuaran langsung menuju lokasi kejadian. Kapospol Pabuaran AIPTU Adang Koswara bersama AIPTU Eko Hadi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Cerita Meti di Kota Sukabumi: Korban KDRT, Bertahan Hidup di Musala-MCK Bersama 2 Anaknya

Proses menuju lokasi sempat terkendala karena kondisi medan yang cukup terjal serta beberapa ruas jalan yang tertutup pohon tumbang.

Selain aparat kepolisian, petugas Puskesmas Pabuaran, Satpol PP Kecamatan Pabuaran, Babinsa, serta Pemerintah Desa Sukajaya turut membantu proses penanganan dan evakuasi korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas medis dan kepolisian, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cicangkuang yang berada tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Sementara itu, kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, fasilitas kesehatan terdekat, atau layanan darurat kesehatan jiwa yang tersedia.

Berita Terkait
Berita Terkini