Kabar PHK Buruh Pabrik Sepatu di Bandung, SPN: Di Sukabumi Masih Aman

Sukabumiupdate.com
Selasa 23 Jun 2026, 15:51 WIB
Kabar PHK Buruh Pabrik Sepatu di Bandung, SPN: Di Sukabumi Masih Aman

Ilustrasi. SPN Sukabumi (Sumber : istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Isu ancaman PHK sekitar 4.000 buruh pabrik pemasok sepatu merek Nike di Bandung menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk kalangan serikat pekerja di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh mengatakan bahwa sejumlah perusahaan yang berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan ribuan buruh yang akan terdampak.

Menurut dia PHK berpotensi terjadi karena disebabkan oleh daya beli masyarakat yang melemah hingga adanya situasi global yang belum stabil memungkinkan gangguan produksi.

Lalu bagaimana di Sukabumi? Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, memastikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di basis SPN di Sukabumi masih dalam keadaan aman. 

Baca Juga: Siswi SD di Warungkiara Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual 3 Pelajar, Keluarga Minta Pelaku Diproses

“Untuk Kabupaten Sukabumi khususnya basis SPN aman,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Saat kembali ditanya apakah kondisi 'aman' tersebut juga berarti tidak ada penurunan jam kerja maupun pengurangan lembur di perusahaan anggota SPN, Budi menegaskan hal tersebut.

“Betul (masih aman),” jawabnya.

Baca Juga: Menanti Adu Ketajaman Kylian Mbappe dan Erling Haaland di Laga Prancis vs Norwegia di Piala Dunia 2026

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak langsung berupa efisiensi jam kerja, pengurangan lembur, maupun indikasi PHK di perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam SPN di Kabupaten Sukabumi.

Meski demikian, isu PHK di sektor industri padat karya tetap menjadi perhatian di sejumlah daerah yang bergantung pada pasar ekspor, termasuk alas kaki dan garmen. Hingga saat ini, kondisi ketenagakerjaan di basis SPN Kabupaten Sukabumi masih terpantau stabil.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini