SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah derasnya tantangan generasi muda hari ini, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa kembali membuktikan bahwa pendidikan berbasis kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an mampu melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh, berkarakter, dan penuh daya juang.
Melalui ajang Pasanggiri Biantara Piala Gubernur Jawa Barat tingkat Provinsi Jawa Barat, santri Al Umanaa, M. Dzakwan, berhasil meraih Juara 1 kategori SMP setelah melewati proses panjang dan kompetisi ketat bersama 1.381 peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh DP3KAB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) ini menjadi salah satu ajang bergengsi tingkat provinsi dalam bidang pidato Bahasa Sunda. Proses seleksi dilakukan secara bertahap mulai dari seleksi video, masuk 10 besar, 3 besar, hingga akhirnya berhasil meraih posisi tertinggi sebagai juara pertama.
Baca Juga: Laga Penentuan Persib Bandung, 572 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Konvoi Bobotoh
Acara puncak penghargaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Jawa Barat, di antaranya Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Asep Sukmana, M.Si. sebagai representasi disposisi Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas DPK3AB, serta Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Barat.
Prestasi ini bukan hanya kemenangan sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana lingkungan pendidikan yang tepat mampu membentuk mental pejuang dan kepemimpinan Qurani dalam diri seorang santri.
Al Umanaa sebagai Quranic Leadership School terus berkomitmen melahirkan Quranic Grounded Leader — generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan kompetensi, tetapi juga kokoh dalam nilai, adab, dan perjuangan.
Baca Juga: Nelayan Cisolok Sampai Berenang ke Pantai, Lina Ruslinawati Soroti Keselamatan akibat Sedimentasi
Sebagai pembimbing, Ustadz Bagus Dermawan mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa perjalanan menuju juara bukanlah proses instan. Dengan jumlah peserta mencapai ribuan dari seluruh Jawa Barat, dibutuhkan latihan yang konsisten, keberanian tampil, dan kesungguhan yang terus dijaga dari waktu ke waktu.
Ustadz Bagus juga menjelaskan bahwa dirinya telah mendampingi M. Dzakwan sejak kelas 7 hingga kini duduk di kelas 9.Dalam proses itu, ia menyaksikan langsung perkembangan semangat belajar, mental bertanding, serta karakter pantang menyerah yang terus tumbuh dalam diri Dzakwan.
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa kesungguhan, latihan, dan doa akan selalu menemukan jalannya menuju hasil terbaik.
Baca Juga: Uang Infak MTsN 2 Sukabumi Ramai di Medsos, Wali Murid Sebut Jadi Syarat Kartu Ujian
Perjalanan M. Dzakwan sendiri penuh dengan cerita perjuangan. Ia mengawali langkahnya dari lomba pidato tingkat sub rayon Cisaat. Saat itu, dirinya bahkan sempat tidak terpilih sebagai kontingen.
Namun keadaan tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia tetap berlatih hingga akhirnya dipercaya mewakili sekolah dalam perlombaan pidato, meskipun hasilnya belum sesuai harapan.
Tidak berhenti sampai di sana, Dzakwan terus mencoba berbagai kompetisi biantara. Ia pernah meraih juara tingkat sub rayon, namun gagal di tingkat kabupaten. Tahun berikutnya, ia kembali berjuang hingga berhasil menjadi juara dua tingkat provinsi pada ajang FTBI.
Baca Juga: Warga Australia Pilihan Prabowo, Luke Thomas Mahony Jadi Eksportir Tunggal Komoditas Alam
Meski belum mencapai target tertinggi, kegagalan demi kegagalan justru menjadi bahan bakar perjuangannya untuk terus berkembang.
“Lagi dan lagi saya tidak menyerah,” ungkap Dzakwan. Baginya, dukungan dari orang tua, para pembimbing, guru, teman sebaya, serta seluruh civitas Al Umanaa menjadi kekuatan terbesar dalam prosesnya bertumbuh. Lingkungan Al Umanaa telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang siap berjuang dan tidak mudah menyerah.
Dzakwan juga menuturkan bahwa nilai perjuangan atau jihad yang ia pelajari selama mondok menjadi pondasi utama dalam menghadapi setiap proses. Tidak hanya diajarkan untuk berprestasi, para santri juga dibentuk agar memiliki mental pemimpin yang kuat, siap menghadapi tantangan, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Bagi Al Umanaa, prestasi ini bukan sekadar tentang piala dan kemenangan. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana Al-Qur’an melahirkan generasi pemimpin yang mampu berdiri teguh di tengah tantangan zaman. Generasi yang berani bermimpi, kuat dalam proses, dan istiqomah dalam perjuangan.
Ustadz Bagus menegaskan bahwa pembinaan terhadap minat dan bakat Dzakwan akan terus dilakukan melalui pengalaman dan kesempatan yang lebih luas. Harapannya, prestasi ini menjadi awal dari lahirnya kontribusi-kontribusi besar lainnya bagi masyarakat, umat, dan peradaban.
Di akhir penyampaiannya, Dzakwan berharap pencapaiannya hari ini dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik santri lainnya untuk terus berkembang dan berjuang bersama. Sebab dalam setiap proses perjuangan, selalu ada pelajaran tentang kesabaran, ketekunan, dan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.
Dari Al Umanaa, lahir generasi pemimpin Qurani yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga siap memimpin dengan nilai, adab, dan perjuangan.






