Dompet Dhuafa dan Pemkot Sukabumi Dorong Karang Tengah Jadi Model Kawasan Sehat

Sukabumiupdate.com
Selasa 05 Mei 2026, 14:14 WIB
Dompet Dhuafa dan Pemkot Sukabumi Dorong Karang Tengah Jadi Model Kawasan Sehat

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat kegiatan Layanan Kesehat Cuma-cuma Dompet Dhuafa dan Pemkot Sukabumi di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (5/5/2026) | Foto : Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Sukabumi menggelar kegiatan Program Kawasan Sehat Karang Tengah, pada Selasa (05/5/2026), bertempat di RW 05, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam memperkuat pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Program Kawasan Sehat Karang Tengah dikembangkan sebagai model pemberdayaan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga menekankan aspek promotif, preventif, dan kemandirian masyarakat.

Sejak diresmikan pada November 2024, Program Kawasan Sehat Karang Tengah telah memberikan sebanyak 3.711 layanan dan menjangkau 794 penerima manfaat individu. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan berbasis kawasan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui pendampingan yang terukur dan berkelanjutan.

Program Kawasan Sehat ini berfokus pada tujuh indikator utama, yaitu kesehatan ibu dan baduta, eliminasi stunting, pengelolaan penyakit tidak menular, pengelolaan pasien tuberkulosis atau TB, sanitasi yang baik, lingkungan hijau produktif, serta kesehatan mental dan spiritual.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Ismail A. Said, menyampaikan bahwa Program Kawasan Sehat Karang Tengah menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi lintas pihak.

Baca Juga: 60 Warga Sukabumi Ikuti Pelatihan Keterampilan, Kolaborasi DPRD Jabar dan Disnakertrans

“Pada 50 ibu hamil dengan permasalahan gizi, sebanyak 25 ibu hamil telah mengalami perbaikan. Ini bukan sekadar angka, tetapi langkah konkret dalam menurunkan risiko kematian ibu serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi yang akan datang,” ujar Ismail dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com.

Selain itu, pendampingan intensif yang dilakukan secara konsisten juga memberikan hasil pada kelompok baduta. Melalui intervensi yang tepat, terukur, dan berkesinambungan, sebanyak 46 balita berhasil mencapai status gizi normal. Ismail menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara kader, puskesmas, pemerintah wilayah, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Ismail, Karang Tengah dapat menjadi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari wilayah kecil apabila didukung keberpihakan, konsistensi, dan kolaborasi yang kuat.

Kegiatan Layanan Kesehat Cuma-cuma Dompet Dhuafa dan Pemkot Sukabumi di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (5/5/2026) | Foto : SukabumiupdateKegiatan Layanan Kesehat Cuma-cuma Dompet Dhuafa dan Pemkot Sukabumi di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (5/5/2026) | Foto : Sukabumiupdate

“Dari Kelurahan Karang Tengah Kota Sukabumi, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari wilayah kecil. Apa yang telah dibangun di Karang Tengah bukan hanya menjadi keberhasilan lokal, tetapi memiliki potensi untuk direplikasi dan diperluas sebagai model pembangunan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah lain,” tambahnya.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat. Menurutnya, Program Kawasan Sehat Karang Tengah sejalan dengan target Pemerintah Kota Sukabumi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Bro Ron Dipukul Hingga Berdarah Saat Dampingi Karyawan Tuntut Gaji ke Perusahaan

“Program ini berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara komprehensif, tidak hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Program Kawasan Sehat Karang Tengah juga dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam penanggulangan stunting berbasis kolaborasi, pendampingan tuberkulosis, penyakit menular, serta penguatan sanitasi dan lingkungan. Selain itu, program ini menjadi salah satu contoh pendayagunaan dana zakat masyarakat Indonesia melalui Dompet Dhuafa dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Program kolaborasi kawasan sehat yang didanai oleh dana zakat masyarakat Indonesia melalui Dompet Dhuafa menjadi bukti nyata bahwa pendayagunaan zakat mampu berkontribusi dalam menyejahterakan rakyat,” lanjut Ayep. 

Ke depan, sambung Ayep, Program Kawasan Sehat Karang Tengah diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi wilayah lainnya. Pemerintah Kota Sukabumi juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui kebijakan, pembinaan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor agar program serupa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Sukabumi, puskesmas, kader, dan masyarakat berupaya memperkuat gerakan kesehatan berbasis masyarakat yang tidak hanya menghadirkan layanan, tetapi juga mendorong kemandirian warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Berita Terkait
Berita Terkini