SUKABUMIUPDATE.com - Arus balik wisata pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026), di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau meningkat. Kepadatan kendaraan terjadi di jalur dari arah Sukabumi Kota dan Palabuhanratu menuju Exit Tol Parungkuda.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda.
“Pada saat ini kami melaksanakan rekayasa lalu lintas berupa one way dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda, karena arus cukup deras dari Sukabumi Kota maupun dari Palabuhanratu yang kembali ke tempat asal setelah berwisata,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Wisatawan ke Pesisir Sukabumi, Balawista Ingatkan Rambu Rawan Tenggelam
Ia menjelaskan, penerapan one way tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus meningkat pada arus balik Lebaran.
“Estimasi sekitar 45 menit, tujuannya untuk menguras kendaraan dari Simpang Ratu agar bisa menuju Parungkuda dengan lancar,” katanya.
Selama pemberlakuan one way, kendaraan dari arah berlawanan, baik dari arah Bogor maupun dari jalur tol, dilakukan penyekatan sementara di sejumlah titik.
Baca Juga: H+1 Lebaran : Exit Tol Parungkuda Dialihkan, Jalur Cikidang Padat, Menuju Sukabumi Merayap
“Untuk kendaraan dari arah Bogor kami lakukan penyekatan di lampu merah Parungkuda, serta dari exit tol Parungkuda untuk mengantisipasi kendaraan dari tol,” jelasnya.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik sepanjang jalur guna memastikan pelaksanaan rekayasa berjalan lancar.
“Kami menempatkan petugas di 15 titik sepanjang jalur dari Exit Tol Parungkuda hingga Simpang Ratu, terutama di persimpangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Libur Lebaran: Lonjakan Wisatawan Picu Kemacetan Berjam - jam Menuju Palabuhanratu
Saat penerapan berlangsung, antrean kendaraan terpantau memanjang hingga Simpang Ratu.
“Untuk ekor antrean terpantau sudah sampai di Simpang Ratu,” tuturnya.
Ia menegaskan, penerapan one way dilakukan secara situasional dengan melihat kondisi volume kendaraan di lapangan, dan hingga saat ini baru diberlakukan satu kali.
Baca Juga: Tim Gunungguruh Jawara Dulag, Daftar Pemenang Lomba Bedug Bupati Sukabumi Cup 2026
“Ini bersifat insidentil, melihat volume kendaraan. Hari ini baru satu kali diberlakukan,” pungkasnya.







