Pengakuan Korban Begal Pasir Angin Bojonggenteng, Sabetan Celurit Ditangkis Helm

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Mar 2026, 09:03 WIB
Pengakuan Korban Begal Pasir Angin Bojonggenteng, Sabetan Celurit Ditangkis Helm

Ilustrasi begal modus matel (Sumber : edit by copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Silfi Yanti (26), seorang ibu rumah tangga menceritakan detik-detik peristiwa pembegalan yang dialami bersama suaminya saat perjalanan mudik sari Jakarta menuju wilayah Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu, 18 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WIB pagi. Dalam kejadian itu, satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe dengan nomor polisi F 3846 UCE miliknya raib dibawa kabur pelaku.

Silfi menjelaskan, saat itu ia bersama suaminya, Ahmad Kosim (26), tengah dalam perjalanan menuju kampung halaman di Kampung Batu Gajah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal. 

Sebelum kejadian, mereka sempat berhenti untuk salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB di kawasan SPBU Cidahu. Setelah melanjutkan perjalanan, keduanya melintas di jalur menuju Pasir Angin (perbatasan antara Parungkuda dan Bojonggenteng) yang kondisi jalannya relatif sepi dan minim penerangan.

“Dari pas mau turun ke Pasir Angin itu kayaknya sudah ada yang ngikutin. Di belakang ada satu motor berboncengan, tapi saya kira pengguna jalan biasa,” kata Silfi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, saat memasuki turunan jalan yang sepi dan gelap, pelaku mendekat dari samping kiri sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit. “Dia mepet ke kiri sambil bawa celurit, dekat banget ke paha saya. Saya kaget terus loncat dari motor,” ujarnya.

Baca Juga: Pemotor Luka Parah, Tembok Rumah di Lengkong Sukabumi Jebol

Suaminya yang mengendarai motor sempat berusaha menghindar dengan menabrakkan kendaraan ke arah pelaku. Namun, Ahmad justru terjatuh. Salah satu pelaku kemudian turun dan berusaha menyerang menggunakan celurit.

“Suami saya sempat nangkis pakai helm. Tapi karena motor sudah tidak terkendali, akhirnya diambil sama pelaku,” kata Silfi.

Ia menambahkan, celurit pelaku sempat terjatuh saat kejadian. Namun, bukannya ambil celurit pelaku langsung melarikan diri dengan membawa helm dan motor korban.

Selain sepeda motor, barang yang ikut hilang hanya perlengkapan di dalam jok, seperti seragam kerja dan jas hujan milik suaminya.

Dalam peristiwa tersebut, Silfi tidak mengalami luka. Sementara suaminya hanya mengalami lecet di bagian tangan dan lutut akibat terjatuh. “Kalau saya tidak luka, cuma trauma. Suami lecet sedikit saja,” ucapnya.

Silfi mengaku sempat berteriak meminta pertolongan, namun kondisi permukiman yang berjauhan serta waktu yang masih pagi membuat tidak banyak warga yang langsung merespons.

Meski demikian, beberapa warga yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat dua sepeda motor melaju kencang setelah kejadian. Salah satunya disebut berjenis Yamaha Mio M3 berwarna kuning.

Setelah kejadian, korban dibantu warga sekitar dan kemudian dijemput oleh keluarganya. Mereka sempat mendatangi Polsek Bojonggenteng sebelum diarahkan untuk melapor ke Polsek Parungkuda. “Sudah laporan hari itu juga. Mudah-mudahan motor bisa ketemu dan pelakunya cepat tertangkap,” kata Silfi.

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi warga, aksi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi di lokasi tersebut. Minimnya penerangan jalan dan kondisi jalan yang rusak dinilai menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. “Katanya sudah beberapa kali kejadian. Semoga ada perbaikan, terutama penerangan jalan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tegaskan Tak Ada Impunitas, Prabowo Minta Aktor Intelektual Penyerang Andrie Yunus Diungkap

Sebelumnya aksi begal ini sempat diviralkan oleh Mang Jo, konten kreator media sosial secara langsung di lokasi kejadian. Dalam rekaman videonya, mang Jo melaporkan korbannya adalah pasangan pemudik dari Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman di daerah Batu gajah Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi.

Pelaku merampas sepeda motor yang dikendarai korban, honda Beat Deluxe warna Biru Doff, F 3846 UCE. Di lokasi kejadian warga yang mencoba menolong korban menemukan senjata tajam jenis celurit milik pelaku yang terjatuh saat membawa kabur motor korban.

Sebelumnya Ibu Rumah Tangga

Kasus serupa sebelumnya dialami seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kampung Cipasung RT 25/08, Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jumat 6 Maret 2026 dini hari. Korban sekitar pukul 04.00 WIB berangkat dari rumahnya untuk menjemput suaminya yang pulang kerja di gerbang Tol Parungkuda.

Saat melintas Pasir Angin, Kecamatan Bojonggenteng, korban mulai menyadari ada sepeda motor yang diduga mengikuti dari belakang. Terduga pelaku disebut berjumlah tiga orang dengan mengendarai dua motor.

“Pas lewat Pasir Angin terus lurus sampai depan balai desa Palasari sudah ada motor yang mengikuti. Waktu di depan masjid dekat proyek kandang ayam, motor itu mulai mepet,” ujarnya.

Korban sempat menambah kecepatan untuk menghindari pelaku. Namun saat memasuki belokan menuju Cioray, pelaku kembali mendekat. Setibanya di jalan yang kondisinya rusak sebelum mushola di wilayah tersebut, pelaku diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke aspal.

Beruntung ada warga yang melihat kejadian tersebut, hingga berhasil membuat para pelaku kabur.  Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat terjatuh di jalan.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pengungkapan kasus tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini