Sopir Diduga mengantuk, Truk Oleng Muatan Genteng Tabrak Pagar Rumah di Jampangkulon Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Okt 2025, 09:03 WIB
Sopir Diduga mengantuk, Truk Oleng Muatan Genteng Tabrak Pagar Rumah di Jampangkulon Sukabumi

Truk muatan genteng yang mengalami kecelakaan di Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kamis (23/10/2025). (Sumber: Dok : Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah truk bermuatan genteng hampir terbalik setelah menabrak pagar rumah warga di Kampung Gemarasa, Kelurahan/Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Berdasarkan informasi, truk bernomor Polisi F 8447 QN itu diketahui melaju dari arah Kota Sukabumi menuju Jampangkulon. Diduga sopir dalam keadaan mengantuk hingga kehilangan kendali saat melintas di jalan yang menurun.

“Ya itu bawa genteng dari Sukabumi, kemungkinan ngantuk karena tiba di Jampangkulon sekitar pukul enam pagi. Apalagi posisi jalan di sini agak menurun,” ujar AG (50 tahun), warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Baca Juga: Pemotor Perempuan Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Cikembar Sukabumi

Menurutnya, posisi rumah yang tertabrak berada lebih rendah dari bahu jalan dan dikelilingi pagar tembok. “Truk nabrak tembok dulu sebelum bagian depan kirinya masuk ke arah rumah. Kebetulan di situ ada dua motor yang tertimpa,” tambah AG.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pagar tembok rumah mengalami kerusakan cukup parah, sementara dua unit sepeda motor milik warga rusak akibat tertimpa bagian depan truk.

Pihak Polsek Jampangkulon bersama Dinas Perhubungan (Dishub) setempat segera datang ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.

Kapolsek Jampangkulon IPTU Muhlis membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Anggota kami sedang berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Laporan sedang dibuatkan,” ujar IPTU Muhlis saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com, Kamis pagi.

Hingga berita ini diturunkan, truk dan material muatannya masih dalam proses evakuasi.

Berita Terkait
Berita Terkini