Kecelakaan Motor Adu Banteng di Parungkuda Sukabumi, 2 Orang Tewas

Senin 22 Januari 2024, 18:19 WIB
TKP kecelakaan motor adu banteng di Parungkuda Sukabumi. (Sumber : Istimewa)

TKP kecelakaan motor adu banteng di Parungkuda Sukabumi. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Dua unit sepeda motor terlibat kecelakaan adu banteng di jalan raya Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Akibatnya, satu pengemudi sepeda motor tersebut meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan satu pengemudi sepeda motor lainnya meregang nyawa di rumah sakit akibat luka berat yang dialaminya.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi, Ipda M Yanuar Fajar mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Senin (22/1/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Dua kendaraan yang terlibat ialah motor Honda Supra Fit No.Pol F 3453 yang dikendarai WS (46 tahun) warga Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug dan motor Honda Beat No.Pol F 2680 OS yang dikendarai EF (58 tahun) warga Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi.

Baca Juga: 213 Nyawa Melayang di Jalanan Sukabumi, Rekap Kecelakaan Sepanjang 2023

Dari keterangan saksi, lanjut Fajar, kecelakaan lalu lintas ini bermula ketika pengemudi Honda Beat melaju dari arah Parungkuda menuju Cicurug. Sesampainya di tempat kejadian melintasi jalan lurus, pengemudi motor tersebut diduga tidak konsentrasi sehingga hilang kendali ke sebelah kanan jalan.

"Pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan melaju Kendaraan sepeda motor Honda Supra Fit yang dikendarai WS. Dikarenakan jarak sudah terlalu dekat maka kecelakaan lalu lintas tersebut tidak dapat terhindarkan lagi," ujar Fajar dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com.

Akibat kejadian tersebut, kata Fajar, pengendara motor Honda Supra Fit mengalami luka berat yakni di bagian kepala alami cedera berat, lalu luka lecet di tangan dan kaki. Sedangkan pengendara motor Honda Beat meninggal dunia di TKP akibat cedera kepala berat dan patah kaki kanan.

"Pengemudi Honda Supra Fit atas nama WS yang alami luka berat dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sekarwangi," ungkap Fajar.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi Memilih21 Juli 2024, 20:11 WIB

PKS Resmi Usung Iyos di Pilkada 2024, Ini Kata Mantan Bupati Sukabumi Sukmawijaya

Sukmawijaya blak-blakan soal alasan PKS akhirnya menyatakan dukungan kepada Iyos Somantri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Sukabumi di Pilkada 2024.
Mantan Bupati Sukabumi yang juga Dewan Pakar DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. (Sumber : SU/Ibnu)
Life21 Juli 2024, 20:00 WIB

10 Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari Ini Tak Boleh Dicontoh, Begini Solusinya!

Orang malas biasanya tidak membersihkan diri atau tempat tidur dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan.
Ilustrasi. Menonton Film Hingga Larut Malam. Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari yang Tidak Boleh Dicontoh (Sumber : Freepik)
Kecantikan21 Juli 2024, 19:00 WIB

11 Rutinitas Skincare di Malam Hari, Gak Cuma Cuci Muka Ya!

Rutinitas Skincare di Malam Hari Gak Cuma Cuci Muka.Pilih serum berdasarkan kebutuhan kulit, seperti serum anti-aging, serum pencerah, atau serum yang mengandung hyaluronic acid untuk hidrasi.
Ilustrasi. Memakai Skincare Malam. Perhatikan reaksi kulit terhadap produk baru dan hindari produk yang menyebabkan iritasi. | Sumber: Freepik.com (artursafronovvvv)
Life21 Juli 2024, 18:00 WIB

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW. Dikisahkan, Zaid bin Tsabit suatu malam mengadu kepada Rasulullah SAW saat semalaman tidak bisa tidur.
Ilustrasi. Membaca Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW (Sumber : Freepik/@freepik)
Internasional21 Juli 2024, 17:46 WIB

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Korban Serangan Israel ke Pelabuhan Yaman

Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam keganasan serangan Israel ke Pelabuhan Hudaidah, Yaman.
Asap dan api mengepul dari Pelabuhan Hodeidah usai serangan udara Israel di Yaman, 20 Juli 2024. Ledakan terjadi setelah pesawat tempur Israel menyerang pelabuhan tersebut. (Sumber Foto: Houthi Media Centre/Handout via REUTERS)
Inspirasi21 Juli 2024, 17:00 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan, PLN Sukabumi Beri Bantuan Sembako dan Edukasi Ketenagalistrikan

Kegiatan PLN UP3 Sukabumi di Gunungguruh Sukabumi ini adalah bentuk nyata dari kepedulian PLN.
PLN UP3 Sukabumi melalui YBM saat memberikan bantuan sembako kepada warga Kampung Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh. (Sumber : Istimewa)
Musik21 Juli 2024, 17:00 WIB

Lirik Inggris พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet ft. VARINZ

Lirik Bahasa Inggris Lagu I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ yang viral yaitu "Cause you're the one that I like, I can't deny. Every night you're on my mind".
Official Lagu พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ. Foto: YouTube/PONCHET
Sukabumi21 Juli 2024, 16:51 WIB

PD Salimah Sukabumi Sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Berikut harapan dan tujuan PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS.
PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU TPKS, ini harapan dan tujuannya. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:21 WIB

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN Sukabumi Beri Listrik Gratis untuk Masyarakat

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug beri Listrik Gratis untuk masyarakat agar merdeka dari kegelapan.
PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis di empat lokasi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:02 WIB

Warisan Budaya Takbenda, Tari Cepet Sukabumi Dilestarikan 9 Sanggar di Ciracap

Tari cepet masih dilestarikan sejumlah sanggar di Ciracap Sukabumi. Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) itu diharapkan jadi daya tarik wisata di Geopark Ciletuh.
Topeng cepetan yang dibuat perajin asal Kampung Jaringao RT 07/05 Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ragil Gilang