SUKABUMIUPDATE.com - Muntah hitam merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Warna muntahan yang gelap, seringkali menyerupai bubuk kopi, umumnya menandakan adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas.
Secara medis, kondisi ini disebut hematemesis dan dapat berasal dari lambung, kerongkongan, atau usus dua belas jari. Jika tidak segera ditangani, muntah hitam berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya.
Warna hitam pada muntahan muncul ketika darah bercampur dengan asam lambung. Proses ini membuat darah berubah warna menjadi gelap sebelum akhirnya dimuntahkan.
Muntah hitam kerap disertai keluhan lain, seperti tubuh lemas, nyeri perut, jantung berdebar, napas cepat, tekanan darah menurun, tinja berwarna hitam pekat (melena), hingga penurunan kesadaran. Bila gejala-gejala tersebut muncul bersamaan, risiko terjadinya syok akibat perdarahan menjadi sangat tinggi.
Baca Juga: Sukabumi Menuju Global: Promosikan Potensi Kota, Ayep Zaki Undang 20 Duta Besar Dunia
Penyebab Muntah Hitam yang Perlu Diwaspadai
Salah satu penyebab paling umum muntah hitam adalah tukak lambung. Luka pada dinding lambung atau usus dua belas jari ini dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau stres berkepanjangan.
Jika tukak melukai pembuluh darah, darah yang keluar akan bercampur dengan asam lambung dan tampak hitam saat dimuntahkan.
Penyebab lain yang berbahaya adalah pecahnya varises esofagus. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati kronis, seperti sirosis. Tekanan darah yang meningkat di pembuluh sekitar kerongkongan membuat pembuluh darah melebar dan mudah pecah, sehingga menimbulkan perdarahan hebat dan muntah hitam secara mendadak.
Infeksi lambung juga dapat memicu muntah hitam. Infeksi bakteri atau jamur yang merusak dinding lambung dapat menyebabkan perdarahan perlahan. Selain muntah hitam, penderita biasanya mengalami mual, nyeri ulu hati, perut kembung, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti OAINS, kortikosteroid, atau obat pengencer darah, juga dapat mengiritasi lambung dan memicu perdarahan. Selain itu, konsumsi suplemen zat besi dapat menyebabkan muntah berwarna hitam, meskipun warna tersebut tidak selalu berasal dari darah.
Gangguan hati kronis, keracunan bahan kimia atau makanan, serta kanker lambung atau saluran cerna juga termasuk penyebab muntah hitam. Pada kanker, pendarahan biasanya terjadi secara perlahan dan disertai gejala lain, seperti berat badan turun, nyeri perut menetap, dan sulit menelan.
Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Halimun Ditolak Warga Sirnarasa, Bupati Sukabumi: Itu Program Pusat.
Bahaya Jika Tidak Segera Ditangani
Muntah hitam yang dibiarkan dapat menyebabkan syok hipovolemik akibat kehilangan darah dalam jumlah besar. Kondisi ini berbahaya karena dapat merusak organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal.
Selain itu, perdarahan berkepanjangan dapat memicu anemia berat hingga gagal organ, bahkan meningkatkan risiko kematian, terutama pada lansia dan penderita penyakit kronis.
Pertolongan Pertama dan Kapan Harus ke Dokter
Jika seseorang mengalami muntah hitam, segera posisikan penderita duduk atau berbaring miring untuk mencegah tersedak. Hindari memberi makan atau minum sementara waktu, catat frekuensi dan warna muntahan, lalu segera bawa ke fasilitas kesehatan. Jangan memberikan obat bebas tanpa anjuran dokter.
Baca Juga: Onadio Leonardo Bebas dari Rehabilitasi Narkoba: Banyak Pelajaran yang Diambil
Muntah hitam adalah kondisi gawat darurat, meski hanya terjadi sekali. Segera ke IGD jika disertai lemas, nyeri perut hebat, napas pendek, atau penurunan kesadaran. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menyelamatkan nyawa.
Sumber: Cleveland Clinic



