Virus Nipah Kembali Disorot Publik, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Sukabumiupdate.com
Selasa 27 Jan 2026, 10:30 WIB
Virus Nipah Kembali Disorot Publik, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi. Virus Nipah Kembali Disorot Publik, Ini Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya (Sumber : pixabay.com/@PIRO)

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa pekan terakhir, virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah laporan wabah terbaru dari negara di kawasan Asia, perkembangan kasus ini memicu peningkatan kewaspadaan di berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Dilansir dari Muscat Daily Kasus Nipah terbaru dilaporkan muncul di negara bagian West Bengal, India, di mana otoritas kesehatan menemukan puluhan orang yang terlibat kontak dengan pasien yang positif, serta beberapa tenaga medis yang ikut tertular.

Respons dari negara tetangga juga meningkat. Seperti, dikutip dari Thai Times, Thailand mengintensifkan pemeriksaan kesehatan untuk penumpang yang tiba dari wilayah yang terdampak, menerapkan kembali skrining port kesehatan seperti era COVID-19 di bandara utama, dan menguatkan pengawasan umum meskipun belum melaporkan kasus domestik.

Upaya-upaya ini menunjukkan kewaspadaan publik yang tinggi menyusul kabar wabah yang ramai dibicarakan di media dan media sosial.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Gaji PPPK Paruh Waktu, KDM: Kerja Dulu Sebulan, Awal Februari Baru Gajian

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah (Nipah virus / NiV) adalah virus zoonotik yaitu virus yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Reservoir alami virus ini terutama adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, tetapi virus ini juga bisa berpindah melalui hewan lain atau kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990-an dan sering dikaitkan dengan wabah kecil di beberapa negara Asia. Menariknya, virus ini tidak menyebar dengan mudah seperti virus flu biasa atau COVID-19, tetapi bermutasi dan bertransmisi melalui kontak erat atau konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Penyebab dan Cara Penularan Virus Nipah

Beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya kasus Nipah di area tertentu antara lain:

  • Kontak dengan hewan pembawa virus seperti kelelawar buah atau hewan yang telah terinfeksi.
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk air liur, urin, atau feses.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus, misalnya buah yang telah disentuh atau dicemari oleh kelelawar.

Dalam wabah terbaru di India, kasus infeksi juga terjadi pada tenaga kesehatan yang merawat pasien, menunjukkan bagaimana penularan bisa terjadi dalam setting perawatan jika protokol pencegahan infeksi tidak optimal.

Baca Juga: Distanhorti Jabar Kenalkan Pertanian Cerdas Iklim di Forum Paddy Convention 2026 Malaysia

Dampak dan Gejala Virus Nipah

Virus Nipah dapat menyebabkan berbagai gejala, dari ringan sampai sangat serius:

  • Demam, sakit kepala, nyeri otot
  • Batuk, sesak napas, gangguan pernapasan
  • Kebingungan, kejang, koma (jika terjadi encephalitis / radang otak)
  • Gagal pernapasan dan komplikasi serius lain

Tingkat fatalitas virus ini tergolong sangat tinggi berkisar sekitar 40 % sampai 75 % pada beberapa wabah sebelumnya walaupun angka pastinya dapat bervariasi tergantung respon kesehatan setempat.

Selain dampak langsung pada kesehatan, wabah juga dapat mengganggu sistem layanan kesehatan, memicu karantina kontak erat, dan meningkatkan kecemasan publik di negara-negara tetangga.

Pencegahan Virus Nipah

Karena saat ini belum ada vaksin atau terapi spesifik yang disetujui secara luas untuk Nipah, pencegahan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko penyebaran. Berikut langkah-langkah penting yang dianjurkan oleh otoritas kesehatan:

  1. Hindari kontak dengan hewan yang dicurigai terinfeksi, termasuk kelelawar buah atau hewan ternak yang sakit.
  2. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air bersih, terutama setelah kontak dengan hewan atau permukaan publik.
  3. Jangan mengonsumsi buah atau makanan yang mungkin telah terkontaminasi oleh kelelawar atau hewan pembawa virus.
  4. Jika bepergian ke atau dari daerah dengan wabah, perhatikan screening kesehatan dan isi formulir kesehatan yang diminta otoritas setempat.
  5. Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala seperti demam, batuk hebat, atau gangguan saraf setelah kontak dengan sumber potensial atau perjalanan dari area terdampak.

Isu tentang Virus Nipah kembali muncul di publik karena wabah yang dilaporkan di India dan respons dan kewaspadaan negara-negara tetangga seperti Thailand. Meskipun penularannya tidak semudah virus lain seperti influenza atau COVID-19, dampaknya bisa sangat serius bagi individu yang terinfeksi dan memicu langkah pencegahan yang ketat.

pengetahuan tentang penyebab, gejala, dan pencegahan Nipah sangat penting untuk menanggapi isu ini dengan tenang tetapi waspada.

Baca Juga: Badan Geologi: Lereng Curam dan Hujan Ekstrem Picu Longsor Cisarua Bandung Barat

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini