bankbjb

Viral di Medsos TKW Diduga Dianiaya, Sekcam Sagaranten Sukabumi Cek ke Desa

Denis Febrian
Penulis
Jumat 18 Mar 2022, 19:39 WIB
Viral di Medsos TKW Diduga Dianiaya, Sekcam Sagaranten Sukabumi Cek ke Desa

SUKABUMIUPDATE.com - Foto seorang perempuan dewasa yang wajahnya babak belur serta kedua tangannya mengalami memar beredar dan viral di medsos Facebook (FB) dan WhatsApp. Perempuan itu disebut-sebut Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Abu Dhabi Uni Emirat Arab dan diduga korban penganiayaan.

Dalam keterangan foto yang beredar di medsos, perempuan itu disebut bernama Sumiati warga Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian dia disebut dalam bahasa sunda bahwa sudah dalam kondisi yang aman, serta majikannya sudah dibawa ke Kantor Polisi setempat. Sang pengunggah foto juga membutuhkan nomor keluarganya.

"Izin post admin.. Ngabantosan rerencangan. Sgn Aya nu uninga tth sumiati orang Sagaranten damel di abudabi ,,jalmi na MH TOS aman ,mjkn na saurna TOS d candak k kantor polisi ,cmn peryogi no keluarga na teu Aya nu aktif." tulis akun FB Wulan Dari, pengunggah foto yang viral itu seperti dikutip sukabumiupdate.com, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga :

Sekretaris Camat Sagaranten, Ridwan Agus Mulyawan mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut baik dari facebook, maupun kiriman screenshot ke WhatsApp. 

"Sudah ada kabar terkait berita tersebut, yang menyebutkan warga Sagaranten. Tadi pagi sudah melakukan penelusuran, namun masih nihil," katanya kepada sukabumiupdate.com malam ini.

Bahkan, kata Ridwan, ia sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama konfirmasi kepada para 12 Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Sagaranten. Dari laporan empat Kades, tidak ada warga yang bernama Sumiati di daerahnya.

"Sampai sekarang belum ada kabar, bahkan di 4 desa, yakni Desa Sinarbentang, Desa Gunungbentang, Desa Cibitung, serta Desa Margaluyu, itu fiks tidak ada nama itu dan orang tersebut sesuai postingan," bebernya.

Walaupun terkendala tak ada alamat rinci dari unggahan di Medsos tersebut, Ridwan memastikan akan terus menelusuri kabar tersebut dan menunggu laporan dari 8 Kades lainnya.


Denis Febrian
Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini