SUKABUMIUPDATE.com- Kisruh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta meluas ke daerah. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP kubu Muhammad Romahurmuziy dan kubu Djan Faridz yang selama ini selalu berseberangan, menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, sama-sama memberikan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Hari ini, seorang kader PPP Kabupaten Sukabumi mengeluarkan pernyataan sikap mundur dari partai berlambang Kabah tersebut, karena kecewa dengan sikap DPP PPP yang akhirnya mendukung Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.
Agus Abdusalam, salah satu Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Sukabumi mengeluarkan pernyataan sikap yang disebar melalui media sosial (medsos) Facebook. Melalui akun pribadinya, Asep Saputra, yang dibagikan ke publik melalui grup Wadah Aspirasi Membangun Sukabumi Lebih Baik, Rabu (29/3).
BACA JUGA:
Ahok Sebut Ketua PPP Jakarta Enggak Pernah Macam-macam
Lulung Sesalkan Pemecatannya dari PPP Diangkat ke Media
Dedi Mulyadi Siapkan Wayang Golek Dukung Ahok
Bahkan, untuk menujukkan kemarahannya, Agus membuat tulisan tersebut dengan menggunakan huruf kapital.
“SAYA: AGUS ABDUSSALAM/AGUS BUNGSU, JABATAN: WAKIL KETUA DPC PPP KABUPATEN SUKABUMI. SAYA ATAS NAMA PRIBADI MEMOHON MAAF KEPADA SELURUH PENGURUS DPC PPP DAN KAWAN-KAWAN DI PPP. SAYA MENYATAKAN KELUAR DARI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN YANG TELAH MENDUKUNG TERDAKWA PENISTA AGAMA. DPP PPP DINILAINYA TIDAK PERCAYA DENGAN PENEGAK HUKUM MULAI DARI KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN YANG SEDANG BERTUGAS BERJUANG AGAR TEGAKNYA HUKUM DI NEGERI INI!. SEOLAH MEREKA TAHU BAHWA PENEGAK HUKUM DI NEGERI INI AKAN KALAH DENGAN TERDAKWA PENISTA AGAMA. PPP SEBAGAI PARTAI YANG BERAZASKAN ISLAM SEHARUSNYA DAPAT MENGAWAL FATWA PARA ULAMA /MUI YANG SUDAH JELAS MEWAKILI SELURUH GOLONGAN MADZAB DA SULRUH ORMAS ISLAM, BUKAN SEBALIKNYA!,â€Â demikian tulis Agus Abdussalam.
Tak hanya keluar dari DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Agus menegaskan atas nama keluarga besar KH Ahmad Maki, Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyyah Sukabumi, menganjak seluruh alumni pondeok pesantren ini, dari sabang hingga merauke, keluar dari kepengurusan dan berhenti sebagai simpatisan PPP. Â
“KITA SEBAGAI UMAT ISLAM WAJIB BERPOLITIK. TETAPI HARUS BEKERJA SAMA DENGAN PARTAI POLITIK YANG SEHAT TANPA TEKANAN PEMERINTAH. BERJUANG UNTUK AGAMA DAN TEGAKKANYA HUKUM DI NEGERI INI. KADERISASI IMAMAL MUTTAQIN DAKWAH DALAM STRUKTUR PEMERINTAH TIDAK BOLEH BERHENTI!!! MASIH BANYAK PARTAI POLITIK YANG DAPAT MEMBERIKAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK MENJALANKAN PROGRAM KADERISASI IMAMAL MUTTAQIN!,†lanjutnya dalam tulisan yang sama.
Menanggapi hal ini, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Yusuf Ridwan meminta kader tidak emosi dalam menanggapi isu Pilkada DKI. “Iya sebelum pernyataan itu beredar, saya sudah berkomunikasi dengan Agus Abdussalam. DPC belum menerima pernyatan pengunduran diri tersebut secara tertulis baru lisan. Secara pribadi saya meminta Agus untuk menahan diri, karena semuanya belum final,†pungkas Yusuf Ridwan singkat melalui saluran telepon kepada sukabumiupdate.com.