SUKABUMIUPDATE.com - Efendi (55), orang tua Hasmi Rosidin (17) pengidap tumor di bagian kaki kiri asal Kampung Pasirkadu RT 04/07, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menjual rumah satu-satunya yang ia tinggali.Â
Hal tersebut ia lakukan, karena menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dinlainya tidak memuaskan untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya.
Menurut Effendi, anak ketiga dari lima bersaudara itu, mengidap tumor tulang ganas sejak masih berusia 14 tahun, saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).Â
“Kami sekarang tinggal di rumah kontrakan. Kami rela menjual rumah untuk pengobatan Hasmi dengan harapan penyakit yang dideritanya ini sembuh. Bukan hanya medis, pengobatan tradisional pun kami lakukan,†ungkap Effendi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (21/3).
Ia menerangkan, semenjak tidak memiliki rumah, Effendi membuat KIS dan sampai sejauh ini KIS tidak digunakan, apalagi pengobatan dengan menggunakan KIS dinilai Effendi tidak memuaskan.Â
BACA JUGA:
Pemdes Cimanggu Kabupaten Sukabumi Harap Uluran Tangan untuk Dua Penderita Tumor
Merasa Dipermainkan, Warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi: Jangan Ajari Saya Sabar
Butuh Uluran Tangan, Gadis Idap Tumor Asal Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi
"KIS sejauh ini belum pernah digunakan, karena kondisi anak kami sudah tidak memungkinkan karena sudah terlalu parah," ungkap Effendi.
Dari hasil pemeriksaan medis, Hasmi mengidap penyakit tumor tulang ganas, dengan benjolan membesar di kaki kiri melebihi bola voli. Bahkan badan Hasmi kurus kering akibat digerogoti penyakit tersebut.
“Kami sudah berupaya membawa Hasmi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Namun pihak rumah sakit merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung atau Fatmawati di Jakarta. Karena kondisi ekonomi dan kondisi Hasmi yang semakin parah membuat kami berpikir ulang membawa ke rumah sakit rujukan itu.," lirihnya.
Akibat penyakit yang dideritanya, Hasmi terpaksa berhenti sekolah. Pemuda itu hanya terbujur di tempat tidur. "Kami sekarang hanya bisa berdoa saja menunggu pertolongan dari Allah," pungkasnya.
