WTP, Tapi Korupsi?

Tulisan opini soal WTP dan korupsi.

Selasa 8 Nov 2022, 14:48 WIB
WTP, Tapi Korupsi?

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 22 September 2022 pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022, Menteri Keuangan, mewakili pemerintah menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang telah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Penghargaan itu diberikan kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang meraih opini WTP dari BPK atas laporan keuangan minimal 15 kali dan 10 kali secara beruntun. Opini WTP atas laporan keuangan menjadi salah satu indikator penting dalam pengelolaan keuangan negara yang baik. 

Terjaganya kualitas laporan pertanggungjawaban APBN dan APBD membuktikan komitmen dan keseriusan para Menteri/Pimpinan Lembaga dan para Kepala Daerah serta seluruh pengelola keuangan negara dan pengelola keuangan daerah dalam menjalankan tata kelola keuangan yang baik meskipun dihadapkan pada tekanan akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19 sepanjang dua tahun belakangan. 

Di satu sisi, terdapat Kementerian/Lembaga atau pemerintah daerah yang telah mendapatkan opini WTP, tetapi korupsi masih terjadi pada Kementerian/Lembaga atau pemerintah daerah tersebut. Tidak sedikit pula para pimpinan daerah atau pun pejabat pengelola keuangan di Kementerian/Lembaga yang terjaring operasi tertangkap tangan (OTT) oleh penegak hukum.

Kriteria Opini Audit BPK

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan. Dari kegiatan yang dilakukan oleh BPK ini, dihasilkan opini. Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, opini merupakan pernyataan profesional keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada 4 (empat) kriteria, yaitu kesesuaian dengan SAP, kepatuhan terhadap peraturan perundangan, efektivitas sistem pengendalian internal dan kecukupan pengungkapan (adequate disclosures).

BPK harus memastikan pencatatan angka-angka antara lain pendapatan, belanja, pembiayaan, aset, hutang dan ekuitas dalam laporan keuangan sesuai dengan SAP. Kesesuaian dimaksud termasuk definisi, pengakuan dan pengukuran nilai rupiah suatu transaksi.

Dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan perundangan, BPK harus melakukan pemeriksaaan terhadap pelaksanaan anggaran dan pengelolaan aset dengan melihat kesesuaiannya terhadap ketentuan perundangan. Misalnya, pengadaan barang jasa harus dipastikan sesuai dengan ketentuan yang mengatur pengadaan barang jasa, pelaksanaan perjalanan dinas pegawai harus sesuai dengan ketentuan perjalanan dinas termasuk besaran rupiahnya.

Terkait dengan Sistem Pengendalian Intern (SPI), BPK harus memeriksa efektivitas sistem pengendalian intern dalam pengelolaan keuangan/aset. SPI bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian penyelenggaraan pemerintahan,  keandalan laporan keuangan, pengamanan aset dan ketaatan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, SPI yang efektif selayaknya akan memastikan tercapainya program pembangunan dengan baik dan mencegah fraud atau korupsi.

Untuk menjaga transparansi pengelolaan keuangan, BPK juga harus memastikan seluruh informasi penting yang terkait dengan pengelolaan keuangan telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Transparansi tersebut sangat penting agar pengguna laporan keuangan memahami secara utuh laporan keuangan.


Halaman :
Tags :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
Ada Spanyol vs Jerman, Jadwal Piala Dunia 2022 Minggu 27/11 Piala Dunia 2022 pada Minggu, 27 November akan diwarnai laga big match antara Spanyol vs Jerman serta tiga laga seru lainnya. 27 Nov 2022, 09:05 WIB
Dianugerahi Marga Batak, Erick Thohir: Jadikan Keberagaman Menjadi Kekuatan Indonesia Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan anugerah yaitu diangkat sebagai anak oleh suku bangsa Batak dalam upacara adat Mangain Anak dan Mangalahat Horbo di Samosir, Sumatera Utara, yang berlangsung pada Sabtu 26 november 2022 27 Nov 2022, 08:47 WIB
Menikah Dijodohkan, 4 Zodiak Ini Diperkirakan Tak Bisa Cari Jodoh Sendiri? Inilah beberapaa zodiak yang berpotensi menikah karena dijodohkan, kamu salah satunya? 26 Nov 2022, 21:00 WIB
Truk Pengangkut Pupuk dari Cianjur Terguling di Purabaya Sukabumi Ketika melintas di jalan menanjak yang sedikit miring, truk selip dan mundur sehingga terguling. 26 Nov 2022, 19:24 WIB
Viral Tulisan Gereja di Tenda Pengungsi Gempa Dicabut, Ini Respons Ridwan Kamil Dalam video itu memperlihatkan sejumlah orang mencopot tulisan di tenda korban gempa Cianjur. Diduga, tulisan yang dicopot tersebut menampilkan identitas agama. 26 Nov 2022, 19:02 WIB
Kematian Tak Ada yang Tahu, Begini Tata Cara Salat Taubat Sebelum Meninggal Salat sunnah taubat ini diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi dari sahabat Ali bin Abi Thalib, dari sahabat Abu Bakar As-Shidiq 26 Nov 2022, 18:00 WIB
Pesona Hamparan Hijaunya Sawah dan Curug Awang di Geopark Ciletuh Sukabumi Musim tanam seperti saat ini merupakan momen yang tepat untuk mendapatkan pemandangan tersebut. 26 Nov 2022, 17:50 WIB
Update Korban Gempa: 318 Meninggal Dunia,146 Desa di Cianjur Terdampak Pencarian korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus dilakukan. Hingga saat ini, korban meninggal dunia mencapai 318 orang. 26 Nov 2022, 17:27 WIB
Kembali Beri Bantuan Korban Gempa Cianjur, Universitas Nusa Putra Gandeng PII Pusat Kegiatan pemberi bantuan kepada korban gempa Cianjur tersebut adalah bentuk kepedulian PII terhadap musibah gempa bumi yang terjadi Senin, 21 November 2022. 26 Nov 2022, 17:00 WIB
Heboh Kabar Pengungsi di Warungkondang Cianjur Meninggal Kelaparan, Camat: Karena Sakit Pengungsi tersebut sudah sakit sebelum bencana gempa terjadi. 26 Nov 2022, 16:16 WIB