SUKABUMIUPDATE.com- Jerman harus mengakui keunggulan Ekuador 2-1 di laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 03.00 WIB, di Stadion MetLife, New Jersey. Sempat unggul melalui Leroy Sane, Der Panzer harus kecolongan dua gol dari aksi Nilson Angulo dan Gonzalo Plata.
Ekuador yang belum mampu mencetak gol dalam dua laga awal setelah bermain imbang melawan Curacao dan kalah dari Pantai Gading akhirnya menunjukkan kualitas terbaik mereka dengan menumbangkan Jerman, tim yang sebelumnya memimpin klasemen Grup E.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Perempuan di Hotel Sukabumi Didalami, Pelaku Mengaku Kekasih Korban
Jerman mengawali pertandingan dengan impresif. Baru dua menit laga berjalan, Leroy Sané sukses membuka keunggulan usai memanfaatkan umpan terukur Florian Wirtz di dalam kotak penalti sebelum menaklukkan kiper Ekuador, Hernán Galíndez.
Namun, gol tersebut memicu protes keras dari kubu Ekuador. Mereka menilai seharusnya wasit lebih dulu menghentikan permainan setelah Alexandar Pavlovic dianggap melakukan pelanggaran melalui tendangan tinggi terhadap Pedro Vite. Meski demikian, protes tersebut tidak digubris.
Baca Juga: Hari Aspirasi FPKS DPR RI: Slamet Serap Keluhan Penggarap TNGHS, Dorong Solusi Berkeadilan
Merasa dirugikan, Ekuador justru bangkit dengan semangat tinggi. Dukungan penuh dari para suporter yang memadati stadion dengan atribut kuning semakin membakar motivasi mereka. Hasilnya, pada menit kesembilan Nilson Angulo sukses menyamakan kedudukan lewat tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Manuel Neuer.
Memasuki babak kedua, Ekuador terus tampil agresif dan memberikan tekanan kepada pertahanan Jerman. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada 13 menit menjelang laga usai. Gonzalo Plata menjadi yang paling sigap memanfaatkan situasi sepak pojok untuk menaklukkan Neuer dan membawa Ekuador berbalik unggul, sekaligus memicu selebrasi meriah dari para pendukungnya.
Baca Juga: Perempuan Tewas di Hotel Sukabumi Ternyata Dibunuh, Polisi Tangkap Pelaku
Kemenangan Ekuador turut menjadi kabar buruk bagi Skotlandia karena hasil tersebut membuat peluang mereka lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik semakin menipis.
Sumber: dari berbagai sumber







