Merasa Dicurangi, Iran Ajukan Protes ke FIFA Mengenai Pembatasan Perjalanan

Sukabumiupdate.com
Sabtu 20 Jun 2026, 18:50 WIB
Merasa Dicurangi, Iran Ajukan Protes ke FIFA Mengenai Pembatasan Perjalanan

Skuad Iran saat menghadapi Selandia Baru di Piala Dunia 2026 (Sumber: web/espn.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Federasi Sepak Bola Iran mengajukan protes pada FIFA terkait pengajuan perjalanan ke Los Angeles jelang pertandingan menghadapi Belgia ditolak. Markas Iran secara mendadak dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, jelang Piala Dunia 2026. Pihak Iran merasa keberatan dengan hal tersebut karena harus melakukan perjalanan lebih jauh. 

Tim Melli melakukan penerbangan langsung sejauh 127 mil dari Bandara Internasional Tijuana ke Bandara Los Angeles jelang pertandingan pembuka mereka yang berkesudahan 2-2 saat menghadapi Selandia Baru. Perjalanan tersebut seharusnya singkat, namun pemindahan markas menjadi keluhan termasuk pemeriksaaan pihak imigrasi. 

Baca Juga: Ikan Dewa dan Jejak Prabu Siliwangi di Mata Air Cibulan

Setelah laga usai, Iran kembali ke Meksiko. Meskipun Iran berharap dapat istirahat selama satu hari di Amerika Serikat. Namun, hal tersebut urung terjadi akibat harus mengalami pengusiran oleh keamanan setempat. Hal tersebut membuat pelatih Iran memberikan pernyataan bahwa timnya merupakan negara yang tertindas selama Piala Dunia 2026. 

"Kami adalah satu-satunya tim yang berpartisipasi di Piala Dunia yang hanya berada di kota tuan rumah selama 24 jam dan itu tidak adil. Semua batasan ini berdampak negatif pada kondisi fisik dan mental para pemain kami." ujarnya. 

Baca Juga: Pengusaha Ogah Jual Batu Bara ke PLN, Pakar IPB Soroti Buruknya Tata Kelola Energi

Iran harus mematuhi perintah kepala tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, yang mempertimbangkan masalah keamanan. 

Sementara itu, mengacu pada aturan Piala Dunia FIFA 2026 pada pasal 18.3 yang mengatakan bahwa “Setiap tim harus berangkat dari markas timnya ke tempat pertandingan satu hari sebelum hari pertandingan dan dalam kasus luar biasa pada MD-2, dan harus kembali ke markas timnya setelah pertandingan sehari setelah laga,” tulis aturan tersebut. 

Pembatasan terhadap tim Iran belum dicabut meskipun ada kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Beberapa pejabat tim dan staf pendukung tidak dapat memperoleh visa ke AS, dan pemain Mehdi Torabi harus mengunjungi konsulat AS di Tijuana untuk mendapatkan visa baru setelah pertandingan pertama.

Sumber: espn.com

Berita Terkait
Berita Terkini