Mulai di FIFA Series 2026, John Herdman Ungkap Targetnya di Timnas Indonesia

Sukabumiupdate.com
Rabu 25 Mar 2026, 11:01 WIB
Mulai di FIFA Series 2026, John Herdman Ungkap Targetnya di Timnas Indonesia

John Herdman diperkenalkan ke publik setelah resmi jadi pelatih Timnas Indonesia (Sumber: Instagram/@officialjohnherdman)

SUKABUMIUPDATE.com - John Herdman dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjang kontrak hingga tahun 2030 oleh PSSI pada awal tahun 2026 lalu. Gaji yang akan diterima Herdman sekira US$40.000 atau Rp670 juta. 

Ia sebelumnya juga masuk dalam bursa calon pelatih tim nasional Jamaika menyusul mundurnya Steve McClaren. Namun, pada akhirnya Indonesia menjadi opsi yang dinilai paling menarik bagi dirinya. 

Pelatih berusia 50 tahun tersebut ditunjuk sebagai pengganti Patrick Kluivert dan dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada tahun 2026. Setidaknya, ia diharapkan tetap memegang tanggung jawab hingga berakhirnya masa jabatan Presiden PSSI, Erick Thohir, pada 2027, sehingga menghadirkan kesinambungan yang selama ini kerap absen dalam sepak bola Indonesia.

Baca Juga: WFH Tak Jadi Opsi di Tengah Isu Hemat BBM, Mendikdasmen Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka

Melansir dari wakingthered.com, selain menangani tim nasional senior, Herdman juga akan memegang kendali atas Timnas U-23 Indonesia. Peran ganda ini ditujukan untuk memperkuat kesinambungan pembinaan antara level usia muda dan tim senior, sekaligus memastikan para pemain muda potensial mendapatkan jalur percepatan pengembangan menuju level tertinggi. Herdman akan mempersiapkan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 mendatang. 

Nama Herdman sendiri besar lewat kiprahnya di Kanada, tempat ia menorehkan pengaruh jangka panjang dalam perkembangan sepak bola nasional. Ia dikenal sebagai pelatih pertama yang sukses membawa tim putra dan putri dari satu negara tampil di Piala Dunia.

Pada periode 2011 hingga 2018, Herdman mengantarkan tim putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade berturut-turut pada 2012 dan 2016, serta menembus perempat final Piala Dunia Wanita 2015. Kesuksesan itu dilengkapi dengan prestasi bersejarah saat ia memimpin tim putra Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini 7 Manfaat Healing untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Menarik, saat menukangi Timnas Kanada Saat Herdman pertama kali mengambil alih, Kanada berada di peringkat 72 FIFA sebuah posisi yang sebenarnya tidak buruk, namun terasa belum sepadan dengan potensi besar yang dimiliki negara tersebut. Sejak awal, Herdman langsung menanamkan perubahan mendasar, baik dari segi mentalitas, struktur tim, maupun identitas permainan.

Perubahan itu terlihat nyata pada 2022. Kanada yang semula berada di peringkat 72 FIFA melonjak drastis ke posisi 33 dunia. Lonjakan tersebut menegaskan transformasi Kanada menjadi kekuatan baru di zona CONCACAF, terutama saat tampil impresif di Kualifikasi Piala Dunia 2022. 

Herdman menekankan bahwa pemahaman dan adaptasi terhadap budaya lokal menjadi fondasi utama dalam membangun proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Menurutnya, mengenal budaya sepak bola dan kehidupan sosial suatu negara merupakan bagian tak terpisahkan dalam proses membentuk tim yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Usus Terburai, Korban Penusukan di Jalur Lingkar Sukabumi Meninggal Dunia

Ia menyebut bahwa pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda akan menjadi faktor kunci dalam upaya membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Namun, di tengah target ambisius tersebut, Herdman menyadari keterbatasan waktu yang dimiliki.

“Pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda adalah bagian dari memahami dan menghayati sepak bola di sebuah negara. Itu akan menjadi faktor besar dalam upaya meloloskan tim ini ke Piala Dunia 2030,” ucapnya. 

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini